Laporkan Masalah

Citra Perempuan dalam Karikatur Guyon Maton di Surat Kabar "Kedaulatan Rakyat" 1995-2006

RATIH PURWANDARI, Baha'uddin, M. Hum.

2018 | Skripsi | S1 SEJARAH

Guyon Maton adalah sebuah rubrik karikatur dalam surat kabar Kedaulatan Rakyat yang diterbitkan di Yogyakarta. Guyon Maton menyampaikan kritik sosial melalui tokoh laki-laki dan perempuan. Meskipun demikian, karikatur yang bertokoh utama perempuan berjumlah jauh lebih sedikit dibandingkan karikatur bertokoh laki-laki. Permasalahan utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah presentasi karakter perempuan dalam rubrik karikatur Guyon Maton di surat kabar Kedaulatan Rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi dan peran perempuan Yogyakarta melalui penggambaran karakter perempuan dalam rubrik Guyon Maton, selain itu juga untuk menginterpretasikan karikatur bertokoh perempuan melalui visualisasi, tema, dan jumlahnya pada tahun 1995 sampai dengan 2006. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan memanfaatkan sumber sekunder berupa surat kabar, buku, artikel, dan jurnal. Berdasarkan metode yang digunakan, hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah penggambaran karakter perempuan dalam rubrik Guyon Maton dipengaruhi oleh sistem sosial patriarki di Yogyakarta, pemberlakuan Undang-Undang Pers, serta kebijakan negara untuk mendomestikasi perempuan. Kedaulatan Rakyat merupakan surat kabar Yogyakarta yang sangat kultural dan mendukung kebijakan pemerintahan negara, oleh karena itu penggambaran perempuan dalam Guyon Maton juga mencerminkan kepatuhan Kedaulatan Rakyat terhadap sistem sosial patriarki yang berlaku secara turun temurun di Yogyakarta serta usaha domestikasi perempuan yang dilakukan oleh negara pada umumnya. Sebagian besar karakter perempuan ditempatkan dalam suasana domestik sesuai sudut pandang patriarki, baik perempuan yang berada di rumah maupun bekerja. Proses domestikasi demikian mulai menurun pasca reformasi dan pembaharuan Undang-Undang Pers pada tahun 1999.

Guyon Maton is a column of caricatures in Kedaulatan Rakyat newspaper in Yogyakarta. Guyon Maton delivers social criticisms through male and female characters. However, the number of the caricatures with female characters is lesser than those with male characters. The main topic discussed in this study is the presentation of female characters in Guyon Maton caricature column in Kedaulatan Rakyat. This study aims to analyze the position and role of female in Yogyakarta through the caricatures' character portrayal from 1995 to 2006. Additionally, this study is also purposed to interpret the caricatures with female characters through visualization, theme, and the quantity in the column. This research employed historical method by utilizing secondary sources in the form of newspapers, books, articles, and journals. Based on the applied method, the findings of the study reveal that the depiction of women's characters in Guyon Maton is influenced by the patriarchal social system in Yogyakarta, Press Laws, and the state policy to domesticize women. "Kedaulatan Rakyat" is Yogyakarta's newspaper which is highly cultural and supports state government policy. Therefore, the depiction of women in Guyon Maton also reflects the conformity of "Kedaulatan Rakyat" to the patriarchal social system which has been running from generation to generation in Yogyakarta as well as the women domestication efforts done by the state in general. The majority of women's characters is placed in domestic setting according to the patriarchal point of view, whether or not women are at home or at work. This domestication process began to decline after The Reformation and the renewal of the Press Law in 1999.

Kata Kunci : Perempuan, Karikatur, Domestikasi, Yogyakarta/ Women, Caricatures, Domestication, Yogyakarta

  1. S1-2018-318677-abstract.pdf  
  2. S1-2018-318677-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-318677-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-318677-title.pdf