Laporkan Masalah

KEWARGAAN DIGITAL : REPRESENTASI PERLAWANAN VISUAL TERHADAP AKSI TERORISME MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Kasus Bom Sarinah 2016)

NANG TYASTARA PRAMAJATI, Derajad S. Widhyharto, M.Si

2018 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Citra fotografis merupakan hasil kotemplasi realitas yang termediasi dan membawa kepentingan simbolik untuk melakukan konstruksi publik. Potret realitas fenomena tragedi Sarinah yang disebarluaskan, secara sadar atau tidak sadar turut menguatkan wacana dominan negativitas aksi terorisme. Melalui ruang virtual, media sosial Instagram warga net coba memberikan wacana tandingan untuk mendistraksi kontruksi tersebut. Instagram sebagai salah satu media sosial, memiliki basis information typical yang direpresentasikan dengan simbol-simbol visual. Dimana masing-masing individu membangun makna menggunakan sistem representasionalnya. Maka aktivitas digital ini akan dilihat menggunakan kacamata pisau teori Digital Natives, Representation dan Citra. Data visual yang diidentifikasi sebagai media warga net dalam memberikan wacana tandingan. Menggunakan metode semiotika Charles Pierce dapat melihat bagaimana tanda-tanda di Instagram merepresentasikan bentuk perlawanan terhadap tragedi bom Sarinah. Analisa ini melihat bagaimana pola hubungan antara tuga subjek yaitu tanda buka kurung representame nt balas kurung, objek buka kurung object balas kurung, dan makna dalam tanda buka kurung interpretant balas kurung yang tertuang dalam bentuk citra atau gambar di media sosial Instagram. Pemakanaan tanda visual yang terkandung dalam posting-an warga net menunjukkan sebuah respons baru dalam menanggapi tragedi terorisme. Warga net yang umumnya memberikan respons keprihatinan atau ketakutan. Kini respons yang diproduksi direpresentasikan dengan visual mengandung slogan keberanian seperti tanda petik kami tidak takut tanda petik dan ada juga yang diberi sentuhan humor. Kehadiran konten-konten visual tersebut kian melunturkan konstruksi negativitas terorisme.

Photograph is the result of mediated realistic contemplation as a symbolic purpose of public construction. A widespread portrait of Sarinah tragedy phenomenon has contributed to the exposure of the blast of a huge issue in negativity of terrorism. Through Instagram, netizens have also tried to blast another opposite issue to distract that construction. Instagram, as one of the social media, has a basis information typical which is represented in a form of visual symbols, where each individual can design their intentions using its own representational system. Thus, this digital activity will be identified using the theory of Digital Natives, Representation, and Imagery. Visual data that is identified is used by netizens as a media to oppose the issue by using semiotics theory of Charles Pierce, it is identifed the tendency of Instagram which represents the opposition toward the tragedy of Sarinah bombing. This theory classifies the connection between the three subjects; sign, object, and interpretant, that are represented in the form of imagery on Instagram. The visual interpretation of netizen's posts show new response on perceiving terorism. Generally, netizens would show empathy or fear. Nonetheless, their response is currently represented by visual bold slogan such as "Kami Tidak Takut", which sometimes presents in a humorous feature. The emergence of those visual contents deplete the construction of terrorism negativity

Kata Kunci : Instagram, Representasi, Semiotika, Tanda Visual, Warga Net  

  1. S1-2018-318127-abstract.pdf  
  2. S1-2018-318127-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-318127-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-318127-title.pdf