Laporkan Masalah

Analisis Komparasi Perhitungan Track Access Charges Antara Metode Full Costing dengan Metode Pricing pada Kereta Api Peti Kemas

AISYAH NUR JANNAH, Dr. Eng. Imam Muthohar, S.T., M.T.

2018 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Track Access Charges (TAC) adalah besaran biaya yang harus dibayarkan oleh operator kereta api karena telah menggunakan prasarana perkeretaapian milik pemerintah. Formulasi TAC atau biaya prasarana perkeretaapian yang diberlakukan di Indonesia saat ini, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 62 tahun 2013 dan diperbaharui berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 11 tahun 2015, menggunakan perhitungan metode full costing yang sulit mengakomodasi dan mendukung kebijakan multioperator. Selain metode full costing terdapat alternatif lain yang diusulkan untuk digunakan, yaitu metode pricing. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kedua metode perhitungan TAC dengan cara membandingkan komponen-komponen perhitungan TAC metode full costing dan metode pricing serta menghitung TAC KA peti kemas yang melintasi Pulau Jawa menggunakan metode full costing dan metode pricing. Hasil kedua perhitungan tersebut dilakukan analisis komparasi sehingga dapat memberikan dasar pertimbangan terhadap Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan perhitungan TAC yang sebaiknya digunakan dalam perkeretaapian Indonesia. Hasil dari komparasi ini adalah metode pricing merupakan metode yang sensitif dengan kecepatan operasional, berat gandar, dan jumlah gandar sehingga lebih logis dan lebih adil dalam pembagiannya. Dengan alternatif pembiayaan dengan metode pricing diharapkan penyedia sarana kereta api dapat membayar TAC dengan sistem pay as you go.

Track Access Charges is an access fees for using railway infrastructure that provided by the government. The TAC formulation in Indonesia was defined on Minister of Transportation Regulation No. 62 of 2013 and renewed by Government Regulation No. 11 of 2015, with full costing method. However, this method unflexible to support railway multioperator system. So, pricing method was thought as another alternative for TAC formulation. This research was held to compare both method in TAC calculation. The components of both method should be known first, then comparing both components. Second, the calculation itself will be analayzed to know the differentiate both methods. TAC calculation's objects are container train in Java Island, Indonesia. The result was pricing method was sensitive to rolling stock's speed, axle number, and axle load. It was more flexible and equitable than full costing method. Otherside,it has pay as you go principal and railway operator can calculated itself. So, pricing method was able to become an alternative in TAC calculation to support Indonesian railway multioperator system.

Kata Kunci : biaya penggunaan prasarana perkeretaapian, peti kemas, multioperator

  1. S1-2018-366856-abstract.pdf  
  2. S1-2018-366856-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-366856-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-366856-title.pdf