Laporkan Masalah

Pola Pengasuhan Anak Kalangan Keluarga Miskin Perkotaan (Studi Kasus Komunitas Ledhok Timoho, Yogyakarta)

WIBI SETIAWAN, Prof. Dr. Sunyoto Usman, MA

2018 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Konvensi tentang hak-hak anak 20 November tahun 1989 menyatakan bahwa anak memiliki hak-hak untuk hidup, dilindungi, tumbuh kembang, mendapatkan status kebangsaan, pendidikan dan hak partisipasi. Orang tua selayaknya dapat memberikan hak-hak kepada anaknya akan tetapi menjalani kehidupan dalam kungkungan kemiskinan memiliki implikasi terhadap pola asuh anak. Di satu sisi, orang tua harus berupaya untuk bekerja guna mempertahankan keberlangsungan hidup keluarganya. Akan tetapi, disisi lain orang tua juga harus mengasuh anak-anak mereka. Komunitas Ledhok Timoho merupakan komunitas miskin kota yang menetap di lahan pinggiran sungai Gajah Wong yang sangat peduli terhadap perkembangan anak. Mereka menciptakan keadaan yang kondusif dan aman bagi anak. Mereka bersama-sama mendirikan sekolah Gajah Wong untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak sejak dini dan mengkonstruksi pemikiran para orang tua murid mengenai hak-hak anak yang harus dipenuhi serta komunikasi yang tepat digunakan dalam mengasuh anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui seperti apa nilai, norma dan pengelolaan pola asuh yang digunakan orang tua dalam mengasuh anaknya serta bagaimana konstruksi orang tua dalam mengasuh anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan mengobservasi secara partisipatif serta melakukan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini meliputi empat keluarga yang tergabung dalam komunitas dan juga merupakan orang tua murid Sekolah Gajah Wong. Selain itu, data pendukung penelitian juga diperoleh dari ketua komunitas dan kepala Sekolah Gajah Wong. Dalam proses pencarian data, peneliti berpartisipasi sebagai relawan Sekolah Gajah Wong. Pola pengasuhan anak yang dilakukan oleh para orang tua memiliki keterkaitan dengan konstruksi yang dilakukan oleh komunitas. Pengetahuan yang dikonstruksikan oleh komunitas ditafsirkan bebas oleh orang tua berdasarkan pada kepentingan mereka. Meskipun mereka adalah keluarga miskin akan tetapi mereka memberikan hak-hak anaknya. Dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa yang sopan. Peran terbesar dalam mengasuh anak dijalankan oleh ibu. Pada keluarga dimana ibu membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, peran dalam mengasuh anak menggunakan nilai-nilai kerjasama seperti ketika ibu pergi bekerja terdapat pembagian kerja dalam mengasuh anak. Gaya dalam mengasuh anak cenderung otoriter dimana ibu memiliki peran yang sangat dominan dalam mengatur dan mengasuh anak. Sementara pada keluarga dimana ibu tidak bekerja, tidak didapati pembagian peran dalam mengasuh anak dan gaya dalam mengasuh anak cenderung demokratis.

The Convention on the Rights of the Child November 20, 1989 states that children have the right to live, be protected, grow up, obtain nationality, education and participation rights. Parents should be able to give their children the rights but to live a life of poverty has implications for parenting. On the one hand, parents have to work to maintain the survival of their family. On the other hand, parents also have to take care of their children. Komunitas Ledhok Timoho is a poor urban community living in the riverside of Gajah Wong that is very concerned about the development of children. They create conditions that are conducive and safe for the child. They co-founded the Sekolah Gajah Wong for fulfilling the needs of early childhood education and construct the parents' minds about the rights of children to be met and appropriate communication used in parenting. This study aims to find out what kind of values, norms and management of parenting patterns used by parents in caring for their children and how the construction of parents in parenting. This research method using case study approach by observing participatory and conducting in-depth interview. Informants in this study include four families who are members of the community and also the parents of the students of Sekolah Gajah Wong. In addition, supporting research data were also obtained from community leaders and head of Sekolah Gajah Wong. In the process of searching the data, researcher also participated as volunteer of Sekolah Gajah Wong. Parenting patterns done by parents has relevance to the construction undertaken by the community. Knowledge constructed by the community is interpreted freely by parents based on their interests. Although they are poor families but they give the rights for their children. In communicating they use language politely. The greatest role in parenting is run by the mother. In family where mothers help to fulfill economic needs, the roles in parenting such as this condition uses the value of cooperation. For instance, when mother goes to work there is a division of labor in parenting. Style in parenting tend to be authoritarian in where mother has the role dominantly in regulating and caring the children. While in a family where mother do not work, there is no division of roles in parenting and the style of parenting tend to be democratic.

Kata Kunci : keluarga miskin kota, konstruksi, pola asuh anak

  1. S1-2018-311715-Abstract.pdf  
  2. S1-2018-311715-Bibliography.pdf  
  3. S1-2018-311715-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-311715-Title.pdf