Laporkan Masalah

PROFESSIONALISM IN INDONESIA'S MOUNTAIN TOURISM: A COMPARISON OF THE APGI, UIMLA AND IFMGA TRAINING AND CERTIFICATION PROGRAMMES

Slavov, Mincho, Prof. Dr M. Baiquni, M.A.; Prof. Dr Ir. Ch. Fandeli, M.S.

2018 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Pemandu gunung adalah salah satu tokoh dalam bidang industri pariwisata. Latar belakang masalah dilakukannya penelitian ini adalah sistem pelatihan dan sertifikasi pemandu gunung di Indonesia. Penelitian ini membahas mengenai pemandu gunung di Indonesia dengan membandingkan program pelatihan dan sertifikasi pemandu gunung jaman sekarang di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui wawancara terhadap pihak APGI dan para pegawai negeri dan kemudian dilakukan analisis perbandingan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi segi-segi perbedaan dan ketidaksamaan yang mencolok antara konten program-program APGI, UIMLA dan IFMGA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelatihan pemandu gunung di Indonesia kurang memuaskan, profesionalisme masih belum sesuai standar internasional dan langkah-langkah pemantauan yang tidak efektif. Meskipun sertifikasi profesional adalah paradigma yang diterima secara luas dan diwujudkan dalam undang-undang dari tingkat global hingga lokal, penerapannya terus menjadi tantangan. Walaupun terdapat program dan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah dan asosiasi. Suatu kenyataan masing-masing masih terdapat faktor-faktor yang menghambat profesionalisme pemandu gunung di Indonesia, seperti kebijakan pemerintah tentang pelatihan dan sertifikasi. Hal-hal tersebut menyebabkan upaya APGI yang ditujukan untuk mengingatkan profesionalisme pemandu gunung di Indonesia kurang efektif. Pada saat ini, sangat sedikit penelitian tentang pelatihan dan sertifikasi pemandu gunung dan panduan gunung sebagai profesi yang telah dilakukan dan penelitian ini merupakan salah satu upaya pertama. Hasil kajian dapat dipergunakan untuk memperbaiki organisasi pemanduan di Indonesia.

Mountain guides are one of the front-line players in the tourism industry. Through their professionalism, they can alter the tourists' vacation from a tour into an experience. This study examines the mountain guiding in Indonesia by comparing the Indonesian mountain guide training and certification programme and to what degree the approach and content correspond with the UIMLA and the IFMGA programmes. This research uses a dual approach to investigating the issues: a content analysis of APGI , UIMLA and IFMGA programmes respectively and interviews with various players involved in mountain guide training and certification. It was discovered insufficient training, lack of professionalism and ineffective monitoring measures. Although professional certification is a widely accepted paradigm and embodied in legislation from global to local levels, implementation continues to be a challenge. As a minimum, it is necessary for Indonesia’s tourism business to improve the training programme and this can be done through less government interference and delegate the authority to the specialised mountain guide organisations like APGI. However, very few studies about mountain guide training and certification and mountain guiding as a profession have been introduced, and this study represents one of the first attempts to do so. The results of this research can be used for improving mountain guiding in Indonesia.

Kata Kunci : mountain guide, training and certification programmes, Indonesia, professionalism, APGI, IFMGA, UIMLA

  1. S2-2018-405647-abstract.pdf  
  2. S2-2018-405647-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-405647-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-405647-title.pdf