Laporkan Masalah

Kebijakan Sensor Internal Stasiun Televisi Lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta (Tinjauan kritis terhadap penerapan sensor internal pada ADiTV dan TVRI Yogyakarta)

IQBAL MAULANA, Dr. Phil Hermin Indah Wahyuni, S. IP., M.Si.

2018 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Penyelenggaraan penyiaran di Indonesia diharapkan bergerak dengan semangat membangun masyarakat disamping membangun industri penyiaran itu sendiri. Namun faktanya lebih banyak program siaran yang dianggap memberikan dampak negatif ketimbang positif. Dibuatnya P3SPS sebagai panduan perilaku dan etika stasiun televisi masih banyak diabaikan dan salah diterapkan. Dengan keragaman budaya yang ada di Indonesia, norma dan nilai di tiap daerah dapat berkembang berbeda. Sehingga peraturan dan panduan penyiaran tidak bisa diterapkan tanpa memperhatikan konteks budaya dan sosial di daerah setempat. Di sinilah peran lembaga penyiaran lokal menjadi penting sebagai pengisi fungsi tersebut. Melalui siaran yang mengandung nilai-nilai budaya setempat, nilai dan norma yang berlaku di masyarakat dapat terpelihara. Penulis melakukan wawancara dan observasi terhadap dua stasiun televisi lokal yang ada di lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penulis mencoba melihat bagaimana sensor internal diterapkan di stasiun televisi. DIY sebagai salah satu provinsi yang memiliki corak budaya yang kuat punya sistem budaya yang berlaku sejak lama. Kedua hasil data tersebut analisis dan dikomparasikan untuk menarik simpulan. Penelitian ini menemukan praktek sensor internal yang dilakukan kedua televisi berjalan cukup dinamis. Kedua stasiun televisi yang menemui berbagai negosiasi nilai dan moral antara yang berlaku di masing-masing televisi dengan budaya lokal dan P3SPS.

Implementation of broadcasting in Indonesia is expected to run with the spirit of building the society in addition to building the broadcasting industry itself. But the fact is that more television programs are considered to have a negative impact rather than positive. The creation of P3SPS as a guide to the behavior and ethics of broadcasting companies is still largely ignored and misapplied. With the diversity of cultures that exist in Indonesia, norms and values in each region can develop differently. Broadcasting rules and guidelines cannot be applied without regard to the cultural and social context in the local area. This is where the role of the local broadcasting company becomes important to that task. Through broadcasts that contain local cultural values, the values and norms that apply in the society can be maintained. The author conducted interviews and observations of two local broadcasting companies in the Yogyakarta Special Region (DIY). The author tries to see how the internal sensors applied to the broadcasting companies. DIY as a province that has a strong cultural style has a long-standing cultural system. Both data were analyzed and compiled to draw conclusions. This study found the practice of internal sensors that made both companies running quite dynamic. Both broadcasting companies encountered various values and moral negotiations between each television guideline, culture, and P3SPS.

Kata Kunci : penyiaran, P3SPS, sensor internal, lembaga penyiaran lokal, budaya

  1. S1-2018-348988-abstract.pdf  
  2. S1-2018-348988-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-348988-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-348988-title.pdf