Dampak Disfungsi Keluarga dalam Proses Belajar Siswa di SMPN 2 Baki Sukoharjo
MUHAMAD YOGI A F, Dra. Susi Daryanti, M.Sc
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANSetiap manusia tentunya berharap memiliki keluarga yang utuh dan harmonis sehingga fungsi keluarga dapat berjalan dengan semestinya. Namun karena suatu faktor tertentu tak semua yang diharapkan tersebut dapat terpenuhi. Hal ini berdampak pada perilaku anak yang hidup pada keluarga yang mengalami disfungsi tersebut. Setiap hari anak lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah, asumsinya anak yang hidup pada keluarga yang harmonis tentunya cenderung berperilaku baik karena fungsi keluarga terutama peran orang tua untuk anak berjalan dengan semestinya. Sebaliknya anak dengan disfungsi keluarga cenderung bermasalah di sekolahnya hal ini disebabkan karena kurang nya perhatian orang tua terhadap anak sehingga anak mencari pelampiasan dan akhirnya berperilaku menyimpang. Akan tetapi, disfungsi keluarga tidak semata menjadi faktor atas penyimpangan yang dilakukan oleh siswa di sekolah. Faktor lingkungan pergaulan di sekolah juga dapat mempengaruhi anak untuk melakukan penyimpangan karena pada masa remaja seorang individual rentan untuk menirukan perilaku lingkungan sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui faktor-faktor penyebab disfungsi keluarga, 2. Mengetahui pengaruh disfungsi keluarga pada proses belajar siswa di SMPN 2 Baki Sukoharjo. 3. Mengetahui langkah sekolah melakukan penanganan terkait dengan anak yang mengalami masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan desktriptif kualitatif, teknik pengambilan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam kepada obyek yang menjadi fokus penelitian. Pemilihan Informan tidak secara acak namun ditentukan oleh peneliti melalui informasi yang didapatkan dari Guru BK. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori yang berkaitan dengan tema penelitian yaitu tentang fungsi keluarga, penyimpangan perilaku dan proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dari disfungsi keluarga sangat besar bagi tumbuh kembang anak tersebut. Ketika di sekolah masalah yang sering timbul adalah membolos sekolah. Masalah yang lain adalah siswa cenderung tidak patuh pada aturan sekolah contohnya tidak mengerjakan tugas dari guru, menganggu teman ketika pelajaran, menggunakan HP ketika pelajaran, membawa sepeda motor dan merokok. Bahkan ada yang membawa minuman keras. Penanganan masalah yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan konseling kepada siswa yang bermasalah dan jika diperlukan orang tua siswa dipanggil ke sekolah. Kemudian langkah terakhir jika sudah tidak bias ditangani adalah mengeluarkan siswa dari sekolah.
Every human being certainly expects to have a complete and harmonic family so that family functions can work as they should. Not all of these expectations could be fulfilled because of some certain factors, n. This brings impacts to the behaviors of children who live in a family with such dysfunctions. Children spend more time at school every day. It is assumed that children who live with a harmonic family certainly tend to behave well because family functions, particularly the role of parents for children, work as they should. In contrary, children with family dysfunctions tend to have problems at their school. This is because of lack of attentions from parents to children so that they seek for impingement and behave defiantly at the end. However, family dysfunctions are not the only factors of the deviations performed by students at school. Social environment at school could be a factor that affects children to perform deviations because an individual during adolescence is susceptive to imitate the behavior of the people around him. This research aims at: 1. Identifying factors causing family dysfunctions. 2. Identifying impacts of family dysfunctions in the learning process of the students at SMP N 2 Baki Sukoharjo. 3. Identifying the steps of the school in handling things that relates to children having problems. This research used qualitative descriptive approach. Data collection was conducted with observation method, documentation and deep interviews toward the object as the research focus. The selection of informant was conducted not randomly but determined by the researcher by referring to the information obtained from guidance counselors. Data analysis was conducted by referring to the theories that relate to the research theme that is about family functions, behavior deviations and study process. Research result indicates that the impact from family dysfunctions is very big for the growth and development of the children. When at school, the problem that often occurs is skipping school. Another problem is students tend to not obey the school rules such as not doing assignments from teachers, disturbing friends during lesson, using cell phone during lesson, driving motorbike and smoking cigarettes. There were even students carrying alcoholic drinks to the school. The problem handling conducted was by counseling the students having problems and, if necessary, the parents of the students were invited to the school. Then, the last step taken if it could not be handled anymore was to expel the students out of the school.
Kata Kunci : Disfungsi Keluarga, Perilaku Menyimpang, Family Dysfunctions, Deviant Behavior.