Laporkan Masalah

Fashion Harajuku Ditinjau dari Filsafat Komunikasi Fashion Georg Simmel

SABRIENA YULLY P, Dr. Hastanti Widy Nugroho

2018 | Skripsi | S1 FILSAFAT

Fashion adalah komunikasi yang menyampaikan pesan secara non- verbal dari penggunanya. Skripsi ini akan menguraikan tentang konsep fashion Harajuku yakni sebuah konsep fashion yang berasal dari Jepang. Penelitian ini juga mengungkapkam pemikiran Georg Simmel mengenai fashion dan berupaya untuk menganalisis bentuk komunikasi fashion Harajuku melalui pemikiran fashion Georg Simmel. Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan ini menggunakan metode kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, pertama, memahami kembali pemikiran Georg Simmel tentang Fashion juga konsep fashion Harajuku, untuk menemukan kembali makna secara filosofis dalam pemikirannya. Langkah berikutnya melakukan interpretasi terhadap pemikiran Georg Simmel dan Harajuku untuk menangkap makna komunikasi fashion dalam konsep tersebut. Di tahap terakhir akan dilakukan analisis terhadap fashion Harajuku dalam tinjauan filsafat komunikasi fashion Simmel. Hasil penelitian ini , mengungkapkan bahwa fashion Harajuku merupakan konsep fashion yang menolak perubahan yang terjadi dalam fashion, dan lebih mengutamakan fashion sebagai bentuk ekspresi diri .Georg Simmel mengungkapkan tentang konsep fashion yang berhubungan dengan kelas sosial yang menyebabkan terjadinya imitasi dan diferensiasi, selain itu Simmel juga mengungkapkan tentang ketertarikan wanita yang lebih terhadap fashion. Di akhir pembahasan mengenai fashion Simmel menyatakan ada konsep yang menolak konsep fashion utama dan berada pada arus berbeda yang disebut sebagai kelompok anti-fashion. Harajuku ditinjau melaui pemikiran Simmel yakni Harajuku merupakan bentuk diferensiasi terhadap konsep fashion yang ada pada masyarakat umumnya. Tetapi diferensiasi bukan disebabkan perbedaan kelas, melainkan konsep fashion harajuku tentang kebebasan fashion. Hal ini dikarenakan Harajuku fashion merupakan kelompok anti-fashion, dalam konsep Simmel yakni kelompok yang tidak ingin terlibat dengan konsep fashion yang hanya mengimitasi, Harajuku juga menolak konsep gender yang menjadi batas dalam berekspresi. Bagi fashion Harajuku fashion adalah bentuk komunikasi dan ekspresi dari setiap pengguna fashion yang didasari nilai kebebasan individu.

Fashion is a communication with a non-verbal message from the subject. This research aims to explain about Harajuku fashion, a fashion concept from Japan with an anti-mainstream style. Based on Simmel's opinion, fashion is an interaction or non-verbal communication. This research employed theory of philosophy of fashion communication by Georg Simmel to analyze Harajuku fashion. This research is a qualitative research and a literature method is used to analyze the data. The first method used to analyze the data was reviewed Georg Simmel's fashion concept and Harajuku fashion concept to find the philosophical reflection. The second method was interpreted Simmel's fashion concept and Harajuku fashion concept to comprehend the reason of fashion communication from both Georg and Harajuku concepts. The last method was analyzed Harajuku fashion with Georg Simmel's theory of fashion communication. The finding of this research shows that Harajuku refused change or trend concept in fashion, because fashion is about self-expression. Georg Simmel explain about fashion is related to social class as the reason for imitation and differentiation. Simmel also explain about woman tendency in fashion. In the last explanation Simmel explain there is a group who refused the first concept in anti-mainstream fashion it called as anti-fashion. Harajuku on Geog Simmel's fashion communication shows that Harajuku fashion is a differentiation from fashion concept that accepted by society. This differentiation is not caused by different social class but it was caused by Harajuku concept about freedom in fashion. The reason is because Harajuku denote as anti-fashion, on Simmel's concept it was a group who try to secede from society imitation in fashion. Harajuku also refuse gender within fashion as limitation to expressing. Because in Harajuku conception, Harajuku, fashion is a communication about how to express ourselves based on self-freedom.

Kata Kunci : Fashion, Imitasi, Diferensiasi, Gender, Anti-fashion, Harajuku

  1. S1-2018-368611-Abstract.pdf  
  2. S1-2018-368611-Bibliography.pdf  
  3. S1-2018-368611-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-368611-Title.pdf