Narasi Gender dalam Konservasi Lingkungan: Pelepasan Diri dari Esensialisme dalam Novel An Atlas of Impossible Longing Karya Anuradha Roy
ISNA MAYLANI, Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
2018 | Tesis | MAGISTER SASTRAPenelitian ini berjudul "Narasi Gender dalam Konservasi Lingkungan: Pelepasan diri dari Esensialisme dalam Novel An Atlas of Impossible Longing Karya Anuradha Roy". Fokus penelitian ini adalah mengenai kontribusi konstruksi gender terhadap konservasi lingkungan dalam menolak belenggu esensialisme. Perempuan seringkali diasosiasikan dengan alam atau lingkungan, sedangkan laki-laki sebagai kebudayaan. Padahal, tidak semua perempuan atau laki-laki memiliki hubungan yang demikian dengan lingkungan. Novel An Atlas of Impossible Longing merefleksikan permasalahan ini dengan konteks budaya masyarakat Bengali dari era kolonial hingga pasca-kolonial Inggris di India. Menurut Agarwal (2011), melalui konsep feminisme enviromentalis, hubungan gender dengan lingkungan berakar pada realitas materialnya. Hubungan tersebut ditinjau dari realitas pembagian gender dan kelas (kasta/ras) dari pekerja dan distribusi properti dari kekuasaan dan respon dari relasi yang terbentuk terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi serta usaha konservasi. Pengetahuan tentang lingkungan dipandang sebagai pengalaman yang mendasar di mana dalam pembentukannya melibatkan interaksi kerja, kepemilikan akses, dan kekuasaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Roy memunculkan penggambaran yang menggambarkan adanya interseksi gender, kasta, dan lingkungan di masyarakat India. Ia menarasikan adanya hubungan yang beragam antara gender di kasta atas dan bawah. Pada masyarakat kasta atas, perempuan dinarasikan mengalami alienasi terhadap lingkungan yang direpresentasikan dengan hutan dan daerah pedalaman, sementara laki-laki memiliki kedekatan dengan hutan dikarenakan ketertarikan ekonomi. Sementara itu, di masyarakat kasta bawah yang direpresentasikan melalui penduduk suku pedalaman menempatkan perempuan sebagai gender yang paling banyak menanggung kerusakan dan beban kerja untuk mengkonservasi hutan dikarenakan alasan bertahan hidup. Melalui Novel An Atlas of Impossible Longing, Roy mencoba melepaskan esensialisme yang dilekatkan pada perempuan, meskipun pada akhirnya tetap menempatkan perempuan kasta bawah sebagai korban kerusakan dan pelaku konservasi lingkungan.
This research entitled "The Narrative of Gender in Environmental Conservation: Escaping from Essentialism of Anuradha Roy's Novel An Atlas of Impossible Longing". Focus of this research is the contribution of gender construction toward environmental conservation in avoiding essentialism holding. Woman usually is being associated to nature or environment while man is being associated to culture. Meanwhile, in certain society, there are women or men that have not constructed in that way. An Atlas of Impossible Longing's Novel is seen to reflect this problem in Bengali's cultural society during British's colonialism to post-colonialism in India. According to Agarwal (2011), through feminist environmentalism, the relation of gender and environment is rooted in material reality. Hence, in so far this relation is seen in a gender and class (caste/race)-based division of labour and distribution of property and power and their response to it. Knowledge about nature and environment is experiential in its basis, the divisions of labour, property and power which shape experience also shape the knowledge based on that experience. The result of this research shows that Roy tries to raise narration that describes the intersection of gender, caste, and environment in India society. She narrates the various relations of gender in upper and lower-caste. In upper-caste society, women are being narrated as alienated toward forest and village environment, while men have closed-relation with forest because of economic interest. Meanwhile, lower-caste society that is represented by indigenous people placed women as a gender that carries the most degradation and responsibility to forest conservation as survival strategies. Through An Atlas of Impossible Longing, Roy tries to untied women essentialism to nature or environment, though in the end of the narration lower-caste women are located as victim of environmental degradation and agent of environmental conservation.
Kata Kunci : gender, kasta, lingkungan, feminisme enviromentalis, esensialisme