Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN TINGKAT KERUSAKAN JALAN DI KECAMATAN UMBULHARJO TAHUN 2017

ZIDNI ILMA AMALIA, Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc

2018 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

Kecamatan Umbulharjo merupakan kawasan prioritas yang harus dikembangkan dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain yang relatif sudah berkembang sehingga diperlukan kondisi jalan yang baik. Sebaliknya, kondisi jalan yang buruk dapat menghambat perkembangan bahkan dapat membahayakan pengguna jalan yang dapat menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, perlu adanya pemodelan yang dapat menunjukkan tingkat kerusakan jalan di Kecamatan Umbulharjo. Parameter yang digunakan untuk menentukan tingkat kerusakan jalan adalah volume lalu lintas/lebar jalan, jarak dari APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas), saluran drainase jalan, hambatan samping, dan sudut tikungan. Parameter tersebut diperoleh melalui interpretasi dengan citra Quickbird ataupun identifikasi dengan Google Street View. Metode analisis yang digunakan adalah pemodelan spasial kuantitatif berjenjang. Berdasarkan pemodelan spasial tersebut kerusakan jalan di Kecamatan Umbulharjo dibagi menjadi 3 kelas, yaitu 61 ruas jalan memiliki tingkat kerusakan jalan rendah, 65 ruas jalan memiliki tingkat kerusakan jalan sedang, dan 3 ruas jalan memiliki tingkat kerusakan jalan tinggi. Tingkat akurasi citra Quickbird dan Google Street View untuk mendapatkan data lebar jalan adalah sebesar 88,8%, akurasi untuk mendapatkan data lokasi APILL sebesar 96%, akurasi untuk mendapatkan data saluran drainase adalah 89%, akurasi untuk mendapatkan data sudut tikungan adalah sebesar 93,1%, dan data hambatan samping dari seluruh sampel ruas jalan yang ada memiliki kesamaan antara citra Quickbird dan dibantu dengan Google Street View dibandingkan dengan hambatan samping di lapangan.

Umbulharjo is a primary area which needs more development compared to other developed districts. As a consequent, good road condition is required. On the other hand, bad road condition seems to impede the development and even harm the road users which can lead to accidents. Therefore, there should be a modeling that shows the road damage levels in Umbulharjo district. The parameters used to determine the road damage levels are traffic volume/road width, distance from trafic light, road drainages, roadside barriers, and deflection angle. Those parameters are obtained from the interpretation of Quickbird images and the identification using Gooogle Street View. The analysis method employed in this research is gradual quantitative spatial modeling. Based on the spatial modeling, the road damage in Umbulharjo district is classified into three classes: 61 roads with low damage level, 65 roads with medium damage level, and 3 roads with high damage level. The accuracy of Quickbird images and Google Street View to get information about the road width is 88.8%, the accuracy of the data of APILL location is 96%, the accuracy of the data of the drainage is 89%, the accuracy of the data of deflection angle is 93.1%, and there are similarities between the data of the roadside barriers from all of the sample roads from the Quickbird images and Google Street View compared with roadside barriers found in the field.

Kata Kunci : Kerusakan jalan, Kecamatan Umbulharjo, Citra Quickbird, Sistem Informasi Geografi

  1. D3-2018-386375-abstract.pdf  
  2. D3-2018-386375-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-386375-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-386375-title.pdf