PENATAAN KAWASAN PUSAT OLEH-OLEH KHAS SOKARAJA DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING
WILDA RIZKINA ULFA, Ir. Didik Kristiadi, MLA., MAUD.
2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKawasan Pusat Oleh-oleh Khas Sokaraja merupakan kawasan yang terdiri dari fungsi hunian dan fungsi komersial oleh-oleh khas setempat. Kawasan ini terkenal karena kegiatan perdagangannya sejak lama yaitu sebagai kawasan seni realis molek dan sebagai kawasan kuliner yang menjajakan produk lokal kawasan seperti gethuk goreng, sroto sokaraja, dan oleh-oleh khas Banyumas. Kawasan pusat oleh-oleh ini dilalui oleh jalur perlintasan kolektor primer yang menjadi penghubung kegiatan antar kota. Dengan berbagai potensi yang ada, kawasan pusat oleh-oleh ini dinilai belum baik dari segi visual kawasan dan ketersediaan fasilitas penunjang kegiatan yang ada. Selain itu, kawasan ini juga belum terintegrasi baik antar kegiatan dan potensi yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan penataan kembali kawasan Pusat Oleh-Oleh Khas Sokaraja dalam meningkatkan integrasi dan kualitas visual kawasan yang dapat meningkatkan nilai tambah pada setiap potensi produk lokal yang ada dengan pendekatan keruangan. Penataan Kawasan Pusat Oleh-Oleh Khas Sokaraja ini menggunakan menggunakan kriteria-kriteria dari pendekatan placemaking. Konsep ini digunakan sebagai konsep utama berupa perencanaan kawasan komersial yang terintegrasi dengan industri kreatif yang berada di kampung-kampung di belakang layer komersial. Penataan kawasan ini mengedepankan 2 aspek utama yaitu integrasi dan kenyamanan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Dengan kriteria-kriteria terpilih tersebut, kawasan perencanaan akan dapat lebih berkembang karena pusat-pusat kegiatan yang ada akan saling terkait dan saling memberi nilai tambah. Selain itu aspek kenyamanan yang tergambar dari penyediaan fasilitas dan perbaikan citra kawasan akan membuat daya tarik kawasan perencanaan dapat lebih berkembang.
Oleh- Oleh Khas Sokaraja Central Area is an area consisting of residential functions and commercial functions by local typical products. This area is famous for its long trading activities as a realist arts area and as a culinary area selling local products such as gethuk goreng, sroto sokaraja, and products typical Banyumas. The area is passed by the primary collector crossing line which is the liaison between inter-city activities. With the various potentials, the center of this souvenir is considered not good in terms of visual area and the availability of facilities supporting existing activities. In addition, this area is also not well integrated between the activities and the potential that is in it. Therefore, it is necessary to rearrange Oleh- Oleh Khas Sokaraja Central Area in improving the integration and visual quality of the area that can increase the added value in every potential of existing local products with spatial approach. Structuring of the Oleh- Oleh Khas Sokaraja Central Area uses the criteria of the placemaking approach. This concept is used as the main concept in the form of commercial area planning that is integrated with creative industries residing in the villages behind commercial layer. Structuring of this area put forward two main aspects of integration and comfort. With these chosen criterias the planning area will be more developed because the centers of existing activities will be interrelated and mutually give added value. In addition, the comfort aspect reflected in the provision of facilities and the improvement of the image of the region will make the attraction of the planning area can be more developed.
Kata Kunci : Kawasan Perdagangan, Koridor Komersial, Integrasi Kegiatan,Kualitas Visual / Commercial Area, Commercial Corridor, Activity Integration, Visual Quality