Laporkan Masalah

Penyandang Difabilitas dalam Memperoleh Jaminan Kesehatan Khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Keluarga Penyandang Tuna Daksa di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul)

KAFA ABDALLAH KAFAA, Prof. Dr. Susetiawan, SU

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penyandang difabilitas merupakan bagian dari anggota masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengupayakan pemenuhan hak dan kewajiban bagi penyandang difabilitas pada sektor kesehatan melalui penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus). Akan tetapi dalam perkembangannya, penyelenggaraan Jamkesus tersebut masih belum mencakup keseluruhan penyandang difabilitas yang ada di DIY. Berangkat dari permasalahan demikianlah yang kemudian menghantarkan penelitian ini pada upaya pencarian jawaban atas pertanyaan mengapa penyandang difabilitas tidak dapat mengikuti penyelenggaraan Jamkesus yang ada di DIY. Guna menelusuri alasan yang menghantarkan pada fenomena tersebut, maka digunakanlah konsep dukungan sosial sebagai alat analisis pada tataran mikro untuk mendalami dinamika keluarga penyandang difabilitas yang berdasar pada konteks anggapan keluarga, relasi keluarga dan masyarakat sekitar, serta aksesibilitas terhadap berbagai institusi pelayanan publik. Pun hasil dari analisis menurut konsep dukungan sosial tersebut kemudian disimpulkan pada tataran makro dengan menggunakan teori fungsionalisme struktural. Pilihan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Fokus penelitian berada pada keluarga penyandang difabilitas jenis tuna daksa yang ada di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY. Seluruh informan pada penelitian ini dipilih berdasarkan teknik purposive. Hasil dari pada penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, pemberian informasi yang tidak merata dari institusi-institusi pelayanan publik khusus kedifabilitasan telah menjadi penyebab utama dari ketidakikutsertaan penyandang tuna daksa ke dalam penyelenggaraan Jamkesus. Kedua, keberadaan anggapan abnormal dari keluarga terhadap anggotanya yang mengalami suatu kedifabilitasan juga memiliki andil yang besar dalam menyebabkan penyandang tuna daksa tidak ikutserta dalam penyelenggaraan Jamkesus. Anggapan demikian telah berdampak pada terciptanya keputusasaan dan kepasrahan atas kondisi kedifabilitasan yang dialami oleh penyandang tuna daksa. Ketiga, adanya cemoohan dari masyarakat telah menjadikan penyandang tuna daksa tidak memiliki kemandirian dan kepercayaan diri yang tinggi untuk hidup di dalam lingkungan sosial kemasyarakatan. Sehingga menjadikan penyandang tuna daksa enggan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang ada, terutama dalam kaitannya dengan Jamkesus.

Different People of Ability (Difability) is part of the community members who have the same rights and obligations as a citizen. Regarding the foregoing to, the Government of the Special Region of Yogyakarta (DIY) has been seeking the fulfillment of rights and obligations for difabilities in the health sector through organizing Special Health Coverage (Jamkesus). However, in the process of organizing of the Jamkesus is still not covering the whole of difabilities which are in DIY. Depart from the issue thus which then delivers the research on seeking answers the question of why the difabilities unable to participate for Jamkesus organizing in DIY. In order to seeking answers of the phenomenon, then the researcher uses concept of social support as a tool of micro-level analysis to explore the dynamics of the family of difabilitis based on the context of the assumption family, family and communities relationship, as well as accessibility to various institutions of public service difability specifically for. Furthermore, the results of the analysis according to the concept of social support are then summed up on a macro-level by using the theory of structural functionalism. The choice of research method was used qualitative methods with the qualitative-descriptive approach. The research focuses on the families of body-difability in the Village of Sitimulyo, Piyungan District, Bantul Regency, DIY. Throughout this research informants were selected on the basis of purposive technique. The results of this research show that: First, the giving of the information that is not evenly distributed from public service institutions specifically of difability has become the leading causes of body-difability unable to participate in Jamkesus organizing. Second, the existence of a presumption of an abnormal family against members who have a body-difability also has a big role in causing of unable to participate in Jamkesus organizing. Such an assumption has an impact on the creation of discouragement and resignation over the condition of the body-difability by persons. Third, the existence of scorn from society has made a body-difability does not have the independence and confidence to live on in the social environment, as well as reluctant to follow existing activities, especially in relation to Jamkesus Organizing.

Kata Kunci : Different People of Ability (Difability), Family Studies, Social Support, Special Health Coverage (Jamkesus)

  1. S1-2018-364821-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364821-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364821-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364821-title.pdf