Perencanaan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Kebumen
SYADZA SALSABYLA TAMAM, Retno Widodo Dwi P., S.T., M.Sc., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTADengan adanya rencana Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk mengembangkan kawasan industri di wilayah Kecamatan Klirong, Petanahan, dan Puring sebagai tanggapan atas peningkatan aksesibilitas wilayah pesisir selatan dengan dibangunnya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), diperlukan penyesuaian dengan kondisi yang nyata di lapangan. Penyesuaian yang dimaksud diperlukan supaya output serta dampak dari pembangunan akan cocok dan dapat bermanfaat serta diterima oleh masyarakat khususnya. Konsep yang digunakan dalam penyesuaian ini adalah konsep agropolitan. Dengan kondisi fisik kawasan yang masih didominasi oleh lahan produktif pertanian serta menjadi bagian dari kawasan strategis lahan pangan berkelanjutan arahan dari tingkat provinsi, konsep agropolitan dirasa akan mampu menjadi jembatan dalam meningkatkan ekonomi. Selain itu juga akan dapat mengkonservasi kawasan dengan tetap mengembangkan sektor industri, yakni industri pengolahan. Perencanaan ini dilakukan dengan perencanaan masterplan sehingga output yang dihasilkan akan menjadi komprehensif serta menyeluruh meliputi aspek-aspek yang dimiliki kawasan perencanaan, baik itu aspek fisik maupun non fisik, yang akan mengarahkan pada potensi dan masalah yang dimiliki kawasan perencanaan. Selain itu lingkup perencanaan dibagi menjadi 3 unit skala yaitu makro, meso, dan mikro. Prinsip perencanaan yang diterapkan didapat dari elaborasi dan sintesis konsep agropolitan, teori masterplan, serta preseden. Pengembangan alternatif rencana juga dilakukan untuk menambah inovasi rencana, dan tentunya masih dengan berpegang pada prinsip-prinsip dari konsep agropolitan. Hasil dari perencanaan ini adalah perencanaan kawasan agropolitan dalam tiga unit skala yaitu makro, meso, dan mikro. Masing-masing unit perencanaan akan menjabarkan tentang penerapan konsep agropolitan pada setiap skala. Output yang didapatkan adalah rencana pembangunan, rencana tata ruang, rencana sarana prasarana kawasan agropolitan, rencana pentahapan pembangunan, dan rencana pembiayaan.
Along with the plans of the government of Kabupaten Kebumen to develop industrial estate in Klirong, Petanahan, and Puring sub-districts, in response to the increasing accessibility of the southern coastal area with the construction of the Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), it is necessary to adapt to the real conditions. Such adjustments are necessary so that the outputs and impacts of development will be appropriate and can be useful and acceptable to the community in particular. The concept used in this adjustment is the agropolitan concept. With the physical condition of the area which is still dominated by agricultural productive land and become part of the strategic area of sustainable food land direction from the provincial level, the concept of agropolitan is perceived to be able to become a bridge in improving the economy. It will also be able to conserve the area by continuing to develop the industrial sector, namely the processing industry. The planning was done with masterplan theory so that the output will be comprehensive and covering the aspects of the area, both physical and non-physical aspects, which would lead to the potential and problems of the planning area. In addition, the scope of planning was divided into 3 units of scale, which is macro, meso, and micro. The principle of the applied planning was derived from elaboration and synthesis of the agropolitan concept, masterplan theory, and precedent. The development of alternative plans was also undertaken to add to the innovation of the plan, and still by adhering to the principles of the agropolitan concept. The output of this planning is agropolitan area planning in three units of scale (macro, meso, and micro). Each planning units describe the application of the agropolitan concept on each scale. The outputs obtained are development plans, spatial plans, agropolitan area infrastructure plans, development phasing plans, and financing plans.
Kata Kunci : perencanaan, agropolitan