MERANCANG KONTEN WISATA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KANSEI ENGINEERING
RISCHA AGUSTINA, Budhi Sholeh Wibowo, S.T., M.T., M.BA., PDEng
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIIndustri pariwisata di Indonesia salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki peluang yang besar. Sebagai destinasi wisata favorit nomor dua di Indonesia, saat ini DIY mulai mengembangkan konsep smart tourism dengan memperhatikan kebutuhan wisatawan mengenai trip planning dengan konten wisata yang sesuai. Beberapa penelitian di bidang pariwisata sudah dilakukan namun belum ada penelitian tentang parameter desain konten wisata dan rancangan konten wisata, sehingga masih diperlukan penelitian untuk mengetahui parameter desain dan rancangan konten wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Kansei engineering diaplikasikan sebagai pendekatan dalam merancang konten wisata yang sesuai dengan kebutuhan emosi wisatawan. 102 responden berpartisipasi dalam penelitian ini dan untuk menentukan pembagian waktu kunjungan konten wisata tersebut, decision tree digunakan untuk menganalisis klasifikasi pembagian waktu. Dengan menggabungkan kedua metode tersebut, penelitian ini mampu menerjemahkan hubungan kebutuhan emosi wisatawan dan karakteristik tempat wisata sekaligus penentuan waktu kunjungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter desain konten wisata yang sesuai dikunjungi pagi hari adalah wisata budaya, indoor, dan berlokasi di area rural atau yang berjenis wisata alam, indoor, dan berlokasi di area rural. Alternatif konten wisata yang sesuai dikunjungi di pagi hari yaitu Museum Ulen Sentallu atau Restaurant Abhayagiri. Sedangkan parameter desain konten wisata yang sesuai dikunjungi di siang hari adalah berjenis wisata alam, outdoor, dan berlokasi di urban atau berjenis wisata buatan, outdoor dan berlokasi di urban atau berjenis wisata budaya, outdoor, dan berlokasi di urban. Alteratif konten wisata yang sesuai dikunjungi di siang hari adalah West Lagoon, Sindu Kusuma Edupark, Jogja Bay, atau Candi Prambanan.
Tourism industry in Indonesia, has a great opportunity, especially in Special Region of Yogyakarta (DIY). As the second favorite tourist destination in Indonesia, nowadays, DIY began to develop the concept of smart tourism in order to meet the tourist needs of tourism contents of trip planning. Some research relate to tourism has been done but there has been no research about design parameters and tourism content design, so still needed research to know the design parameters and tourism content design in accordance with the needs of tourists. In this study, Kansei Engineering is applied as an approach in designing tourism content that suits the emotional needs of tourists. 102 respondents participated in this study. Decision tree analysis conducted to determine the best timing of the tourist attraction visit decision by classified into different time division. By combining both methods, this research is able to translate the relationship between the emotional needs of tourists and the characteristics of the tourist attractions as well as the timing of the visit The results showed that the appropriate design parameters of tourism content visited in the morning is that has characters cultural tourism, indoor and located in rural area or nature tourism, indoor, and located in rural area. Those tourism alternatives are Ulen Sentallu Museum or Abhayagiri Restaurant. While the appropriate design of tourism content visited during the day is that has characters nature tourism, outdoor, and located in urban area or man made tourism, outdoor, and located in urban area, or cultural tourism, outdoor, and located in urban area. Those tourism alternatives are West Lagoon, Sindu Kusuma Edupark, Jogja Bay, or Prambanan Temple.
Kata Kunci : decision tree, kansei engineering, smart tourism, tourism contents, trip planning