PERBEDAAN GAMBARAN TIDUR PADA ANAK USIA 12-24 BULAN DENGAN STUNTING DAN TIDAK STUNTING DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
NARIZA NAFI PUSPITA, Anik Rustiyaningsih, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.An.; Dr. Fitri Haryanti, S.Kp., M.Kes.
2018 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Stunting merupakan kejadian malnutrisi kronis yang diderita oleh 23% anak di seluruh dunia. Usia 12-24 bulan termasuk seribu hari pertama kehidupan yang merupakan masa keemasan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi, menggambarkan pertumbuhan anak dipengaruhi oleh tidur. Tidur yang cukup diperlukan anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan gambaran tidur pada anak usia 12-24 bulan dengan stunting dan tidak stunting di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini merupakan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 107 anak yang berusia 12-24 bulan dan orang tua (ayah atau ibu) sebagai pengasuh utama. Sampel dipilih dengan teknik probability sampling secara cluster sampling. Pengambilan data gambaran tidur menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) dan status gizi dibagi menjadi stunting (PB/U <= -2 SD) dan tidak stunting (PB/U > -2 SD). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Kabupaten Gunungkidul memiliki prevalensi anak stunting sebesar 25,2%, dan gangguan tidur sebesar 37,4%. Jumlah anak stunting dengan tidur normal sebanyak 19 (17,8%) dan stunting dengan gangguan tidur sebanyak 8 (7,5%). Sementara anak tidak stunting dengan tidur normal sebanyak 48 (44,9%) dan anak tidak stunting dengan gangguan tidur sebanyak 32 (29,9%). Berdasarkan uji hipotesis dengan Chi-Square terhadap gambaran tidur dan status gizi diperoleh hasil p=0,464. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan gambaran tidur pada anak stunting dan tidak stunting di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Background: Stunting is a chronic malnutrition affects 23% of children worldwide. Children aged 12-24 months including first thousand days of life, which is a golden periode of child growth and development. Nutritional status describes child growth is affected by sleep. Adequate sleep is necessary to achieve optimal growth. Objective: To identify the difference between sleep depiction in stunting and not stunting children aged 1-2 years in Gunungkidul Regency, Yogyakarta. Method: The design of this study was cross-sectional with sample size was 107 children aged 1-2 years old and their parents (father or mother) as primary caregiver. Sample was choosen by probability sampling. Sleep depiction was assessed by Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) and nutritional status was classified into stunting (HAZ <= -2 SD) and not stunting (HAZ > -2 SD). Data were analyzed by chi-square test. Result: Prevalence of stunting child in Gunungkidul Regency is 25,2% and child with sleep disturbance is 37,4%. Number of stunting child with normal sleep is 19 (17,8%) and stunting with sleep disturbance counted 8 (7,5%). While not stunting child with normal sleep as many as 48 (44,9%) and not stunting with sleep disturbance is 32 (29,9%). Hypothesis test was done between sleep depiction and nutritional status, the result is p=0,464. Conclusion: There is no difference between sleep depiction in stunting and not stunting children aged 1-2 years old in Gunungkidul Regency, Yogyakarta.
Kata Kunci : gambaran tidur, stunting, tidak stunting