MEMBACA WACANA ANTI-PAPUA DI MEDIA LOKAL YOGYAKARTA: Analisis Wacana di Media Lokal Daring di Yogyakarta (RadarJogja.co.id dan HarianJogja.com) terhadap Pemberitaan Proses Penangkapan hingga Persidangan Obby Kogoya, sejak Juli 2016 hingga Juli 2017
MICHAEL AGENG Y R, Mufti Nurlatifah, S.I.P., M.A.
2018 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIPenelitian ini membedah praktek rasisme dalam pemberitaan mengenai para pendatang asal Papua di media lokal daring di Yogyakarta, yakni RadarJogja.co.id dan HarianJogja.com. Secara khusus, penelitian ini menyelidiki ada tidaknya wacana rasisme yang dimunculkan di kedua media tersebut terhadap Obby Kogoya. Obby merupakan salah seorang mahasiswa pendatang Papua yang terlibat dalam kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan pada tanggal 15 Juli 2016. Sejumlah berita dari RadarJogja.co.id dan HarianJogja.com dengan rentang waktu terhitung dari hari penangkapan hingga hari penetapan putusan hakim terhadap kasus pidana Obby Kogoya menjadi bahan utama dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis wacana model Theo van Leeuwen dengan paradigma kritis. Hasil analisis akan dipaparkan dengan cara deskriptif-kualitatif. Tujuan akhir penelitian ini adalah untuk membongkar aktor-aktor yang ditonjolkan dan disamarkan di dalam pemberitaan. Dengan cara tersebut penelitian ini mampu menyibak siapa aktor yang mendominasi dan termarjinalisasi di dalam narasi pemberitaan. Sehingga dapat diketahui pula bagaimana cara media lokal daring di Yogyakarta membentuk wacana mengenai kasus pidana yang menimpa Obby Kogoya.
This study discusses the practice of racism in the news about migrants from Papua in the local media online in Yogyakarta, namely RadarJogja.co.id and HarianJogja.com. Specifically, this study investigates whether or not racism discourses were raised in both media against Obby Kogoya. Obby is a student of Papuan immigrants who were involved in the riots at the Kamasan Papuan Student Dormitory on July 15, 2016. A number of news from RadarJogja.co.id and HarianJogja.com with the time span from the day of arrest until the day of the judge's decision on Obby Kogoya criminal case became the main ingredient in this study. The method used in this study using the discourse analysis model by Theo van Leeuwen with a critical paradigm. The results of the analysis will be presented in a descriptive-qualitative way. The ultimate goal of this research is to dismantle the actors who are highlighted and disguised in the news. In this way the research is able to uncover who the actors who dominate and marginalized in the narrative news. So it can be known also how the local media online in Yogyakarta to form a discourse about criminal cases that befall Obby Kogoya.
Kata Kunci : media lokal, radar jogja, harian jogja, obby kogoya, wacana, rasisme, papua