Dinamika Perkembangan Industri Genting Sokka Merek Dagang Keluarga (Studi Kasus : Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen)
ULFAH CHOERUNNISA NURUL LITASARI, Doddy Aditya Iskandar, ST., MCP, Ph.D
2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTADesa Kedawung, Kecamatan Pejagoan merupakan desa pertama munculnya genting pres yang saat ini dikenal sebagai Genting Sokka. Desa tersebut menjadi lokasi berdirinya usaha genting berusia tua di Kebumen. Usia industri genting tersebut menggambarkan dinamika perjalanan tumbuh kembang industri genting di Kebumen. Industri genting berusia tua saat ini telah bertransformasi menjadi industri genting merek dagang keluarga. Di tengah kondisi industri genting yang banyak mengalami kebangkrutan, industri genting merek dagang keluarga tetap bisa bertahan. Hal inilah yang melandasi dilakukannya penelitian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi industri genting merek dagang keluarga, dinamika perkembangan industri genting merek dagang keluarga dan faktor perkembangan wilayah yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kasus. Metode penelitian studi kasus dipilih untuk mendapatkan pembahasan proses yang berkesinambungan dan mendalam tentang dinamika perkembangan industri genting merek dagang keluarga. Data dikumpulkan melalui proses wawancara, observasi lapangan, dan data sekunder. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri genting merek dagang keluarga mengalami perkembangan yang beragam sehingga memunculkan tipologi perkembangan industri. Tipologi tersebut didasarkan pada perkembangan industri terkait dengan partisipasi generasi pertama dalam pengelolaan industri. Tipe 4 merupakan industri yang memiliki ketangguhan lebih baik dibandingkan merek dagang lainnya. Faktor yang mempengaruhi yaitu jaringan kemitraan antar anggota keluarga, kualitas produk, jangkauan pasar yang lebih luas dan saluran distribusi yang beragam. Sementara faktor yang menghambat perkembangan industri adalah ketersediaan bahan baku, tenaga kerja, dan tidak efektifnya proses produksi. Dinamika perkembangan industri genting merek dagang keluarga dalam kaitannya dengan perkembangan wilayah memiliki keterkaitan ke depan (forward linkage) ke luar wilayah seperti daerah Kuningan, Majalengka, Tasikmalaya, Pangandaran, Sragen, Surakarta, Magelang, dan Wonosobo. Sementara keterkaitan ke belakang (backward linkage) berada di dalam wilayah Kabupaten Kebumen. Kondisi tersebut menjadikan industri genting merek dagang keluarga memiliki perkembangan yang baik. Oleh karena itu, untuk mengembangkan industri genting di Kebumen diperlukan peningkatan kemampuan manajemen pengelolaan dengan memanfaatkan jaringan kemitraan antar pelaku usaha untuk memenuhi permintaan pasar. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian terkait pengaruh industri genting merek dagang keluarga terhadap perkembangan wilayah. Selain itu, diperlukan penelitian untuk mengefektifkan proses produksi dan mencari bahan baku substitusi.
Kedawung Village in Pejagoan Sub-district is where pressed roof tile, known as Sokka Roof Tile, firstly known. It is also where the old roof tile venture firstly established. Its long existence describe the dynamic development of roof tile industry in Kebumen District. The old venture now has transformed into family trademark. Amidst bankruptcy of roof tile industry, family trademark industry prove it can still survive. That fact is what make writer interested to do research on its development. Aim of this research is to understand the dynamic development of family trademark roof tile industry and regional factor that influence it. This research use case study as its method. Case study is used to obtain continuous and deep study process about the development of family trademark roof tile industry. To obtain the data, methods used were interview, field observation, and secondary source. Those were then analysed using time sequence analysis. Result of the research showed that family trademark roof tile industry has varieties of development which cause appearance of industrial typologies. These typologies are based on participation of first generation in managing the industry. Each typology has its own development phase which differ from each other. Type 4 is found to have the best resilience than other types. Factors which make it so are partnership network among family members, product quality, wide market range, and diverse distribution channel. While factors that inhibit its development are raw material availability, work force, and inefficiency in production process. The dynamic development of family trademark roof tile industry has forward linkage to external region like Kuningan, Majalengka, Tasikmalaya, Pangandaran, Sragen, Surakarta, Magelang, and Wonosobo. On the other side, it has backward linkage with internal region of Kebumen District. Such condition makes family trademark roof tile industry has a good development. Therefore to improve roof tile industry in Kebumen District is to improve management ability through partnership network of its holders to meet market demand.
Kata Kunci : desa kedawung, Genting Sokka, merek dagang keluarga, perkembangan /Kedawung Village, Sokka Roof Tile, Family Trademark, development