Laporkan Masalah

Pemilihan Bahan dan Faktor yang Berpengaruh dalam Proses Pewarnaan Batik dengan Pewarna Alami Hijau

DELYA PRATAKSYA, Andi Sudiarso, S.T., M.Sc., Ph.D.

2018 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Perkembangan dunia industri mode saat ini sangatlah pesat. Produsen tekstil dituntut untuk terus melakukan inovasi visioner. Salah satu inovasi dalam industry mode adalah pembuatan batik dengan pewarna alami. Batik dengan pewarna alami diyakini dapat menggantikan pewarna sintetis tekstil dan terbukti ramah lingkungan serta aman bagi pembatik. Namun batik pewarna alami memiliki proses yang akan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan proses pembuatan batik dengan pewarna sintetis. Pewarna alami juga akan menghasilkan warna yang tidak sekuat pewarna sintetis. Penelitian ini menganalisis tentang pewarnaan batik dengan pewarna alami hijau beserta faktor yang berpengaruh berupa kadar air pada ekstrak daun suji. Faktor kadar air ini memiliki empat level yaitu 0, 310, 610, dan 910 di mana angka tersebut menunjukkan perbandingan air dengan ekstrak bahan pewarna. Statistical Analysis yang digunakan adalah one-way ANOVA dengan replikasi sebanyak enam kali. Variabel tetap pada penelitian ini adalah mordan dengan soda abu dan tawas, ekstraksi dengan cara pelumatan daun suji, fiksasi menggunakan tawas, dan pelorodan menggunakan soda abu dengan suhu mendidih. ANOVA dilakukan untuk mengetahui apakah faktor berpengaruh signifikan pada respon L (luminance). Titik optimal didapatkan dari hasil kuesioner preferensi konsumen dengan skor tertinggi. Setelah melakukan ANOVA, dilakukan juga analisis regresi untuk mendapatkan persamaan matematisnya. Titik optimal menurut preferensi konsumen adalah pada level 0 dengan nilai L paling rendah. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara level 0 dengan level lainnya. Hal ini membuktikan bahwa kadar air pada ekstrak daun suji berpengaruh signifikan terhadap nilai respon L.

The development of todays fashion industry is very rapid. Textile manufacturers are demanded to continuously making visionary innovation. One of the innovation in fashion industry is batik with natural dyes. Batik with natural dyes are believed to substitute batik with synthetic dyes and proved to be more environment friendly and safe for the batik makers. But, batik with natural dyes will take longer time to process than batik with synthetic dyes. Natural dyes also will produce opaquer colors than synthetic dyes. This research investigates batik with green natural dyes and its influencing factor which is water content in suji leaves extract. This water content factor has four levels which are 0, 310, 610, and 910 where those number indicates the ratio of amount of water with amount of dye extract. This research uses one-way ANOVA as its statistical analysis with six times replication. The controlled variables in this research are mordanting with sodium carbonate and alum, dye extraction with crushing the suji leaves, color fixation with alum, and wax removal with sodium carbonate in boiling water temperature. ANOVA was performed to get the see whether the factor is significantly influential to response L (luminance) or not. Optimal point was determined by the highest score from customer�s preferences questionnaire. After performing ANOVA, regression analysis was performed to formulate the mathematical equation. The determined optimal point is level 0 with the lowest value of L. The ANOVA result indicates the difference between level 0 and other levels is significant. This result shows that the water content in suji leaves extract is significantly influential to the value of response L.

Kata Kunci : Batik pewarna alami hijau, daun suji, ANOVA, regresi, single factor experiment.

  1. S1-2018-367242-abstract.pdf  
  2. S1-2018-367242-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-367242-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-367242-title.pdf