Laporkan Masalah

Teknologi di Lembaga Pemasyarakatan (kasus: Evaluasi Transformasi Pelayanan Keamanan Pengunjung Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika kelas IIA Jakarta)

ADINAH MUTIA, Dr. Amalinda Savirani, S.I.P.,M.A.

2018 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Jumlah warga binaan pemasyarakatan pada lima tahun terakhir warga binaan pemasyarakatan hampir mencapai 3500 (tiga ribu lima ratus) melebihi kapasitas gedung Lembaga Pemasyarakatan Narkotika kelas IIA yang seharusnya hanya untuk 1800 (seribu delapan ratus). Meningkatnya jumlah warga binaan pemasyarakatan secara otomatis menaikkan jumlah pengunjung di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika kelas IIA. Hal ini membuat sistem keamanan harus diperketat agar tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan. Pengunjung Lembaga Pemasyarakatan merasakan perubahan dalam pemberian layanan seperti E-pas (uang elektronik) sejak tahun 2017, metal detector sejak tahun2016, dan Sistem database atau komputerisasi kunjungan sejak tahun 2009. Ketiga pelayanan tersebut adalah pelayanan berbasis teknologi. Teknologi dipercaya dapat mengurangi beban para petugas dan mengatasi kekurangan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika kelas IIA. Peneliti ingin melihat bagaimana penerapan pelayanan berbasis teknologi tersebut sesuai dengan hak-hak dari warga binaan pemasyarakatan dan pengunjung sebagai warga negara Indonesia. Peneliti menggunakan metodologi kualitatif dalam menjawab pertanyaan dari penelitian ini. Peneliti mendapat temuan-temuan utama dalam penelitian ini seperti adanya lelang tender dalam penerapan E-pas di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika kelas IIA, metal detector badan hanya ada di semua Lembaga Pemasyarakatan DKI Jakarta sebagai perwujudan dari program percontohan dan ketiga komputerisasi kunjungan. Ketiga pelayanan ini seharusnya dapat membantu memecahkan masalah-masalah di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika kelas IIA, E-pas berguna untuk mengurangi peredaran uang di dalam, Metal detector membantu para pegawai untuk memeriksa barang bawaan pengunjung agar tidak membawa barang bawaan yang dilarang masuk dan komputerisasi kunjungan membantu kerja pegawai Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA karena meningkatnya jumlah warga binaan pemasyarakatan ikut meningkatkan jumlah pengunjung.

The number of incarcerated residents in the last five years is reaching 3500 (three thousand five hundred), exceeding the capacity of the IIA Narcotics Correctional Institution building which was intended to accomodates 1800 (one thousand eight hundred) inmates. This increase in number of correctional facility residents automatically increases the number of visitors in the IIA Narcotic Correctional Facility. This leads to the enhancement and strengthening of security system so that no violations occurred in the Correctional Institution. Visitors to Correctional Institution perceive the improvements in some areas of institutional services in the form of E-pass since 2017, metal detectors since 2016, and computerized database systems or visitation since 2009. These services are technology-based services. Technology can reduce officers���¢�¯�¿�½�¯�¿�½ workloads and the difficulties of the IIA Narcotics Correctional Instituion. Researchers wanted to find how the services are used in accordance with the rights of prisoners and visitors as citizens of Indonesia. The researchers used qualitative methodology in answering questions from this study. The researchers obtained the main findings in this research such as the tender auction in the implementation of E-pass in IIA Narcotics Correctional Institution, body metal detector is implemented in all Jakarta Correctional Institution as a realization of pilot program and computerized visitation. All three of these services should be able to help solve problems at the IIA Narcotics Correctional Institution. E-pass is useful for reducing internal money circulation, metal detector helps employees to check the luggage of visitors so as not to carry any item prohibited for entry and computerization helps IIA Correctional Institution���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s officials to conduct a visit because of the increasing number of prisoners increases the number of visitors.

Kata Kunci : Lembaga Pemasyarakatan, Teknologi, Pelayanan Publik

  1. S1-2018-364472-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364472-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364472-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364472-title.pdf