Laporkan Masalah

Revitalisasi Area Rekreasi Pengok Yogyakarta dengan Konsep Edukasi

SULISTYANINGRUM NOVIARI, Ir. Didik Kristiadi, MLA., MAUD

2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

rea Rekreasi Pengok PJKA yang terdiri dari Embung Langensari dan Taman Pengok PJKA merupakan ruang terbuka publik yang berfungsi sebagai tempat rekreasi alternatif masyarakat di kota Yogyakarta. Area rekreasi tersebut berada di kawasan yang cukup bersejarah yaitu di kawasan Bengkel Kereta Api Balai Yasa. Suasana yang masih asri, adanya para pedagang kuliner, dan atraksi test drive kereta api menjadi potensi tersendiri bagi kawasan ini. Namun kondisinya cenderung menjadi kawasan yang sepi dari aktivitas dan terkesan kurang terawat. Konsep Edukasi dipilih sebagai konsep keseluruhan rencana revitalisasi karena mampu menciptakan kegiatan yang aktif dan edukatif serta mendorong terwujudnya perubahan lingkungan yang lebih baik. Apalagi kawasan ini merupakan kawasan yang cukup bersejarah bagi perkeretaapian Indonesia dan seharusnya tetap dilestarikan keberadaannya. Konsep ini kemudian diadaptasi ke dalam keseluruhan elemen Rancang Kota. Perencanaan revitalisasi ini menggunakan metode Soft System Methodology (SSM). Keluaran dari perencanaan ini meliputi masterplan, rencana detail pada masing-masing elemen desain, dan rencana kegiatan untuk para penerima manfaat yaitu pengunjung, pedagang, dan masyarakat sekitar

Pengok PJKA recreation area consisting of Langensari Dam and Pengok PJKA Park is a public open space that is used as an alternative place of recreation for community in the city of Yogyakarta. The recreation area is located in a quite historic area near Railway Workshop Balai Yasa. The atmosphere is still shady, with the merchants that sell a variety of culinary, and the test drive attraction of the train becomes its own potential for the area. However, this area tends to has less activity and is less preserved. The concept of Education is chosen as the concept of the overall revitalization plan because it is able to create an active and educational activities which encourage the realization of a change for a better environment. Moreover, this area was a pretty historic for Indonesia railways and should remain preserved its existence. This concept is then adapted into the overall urban design elements. This revitalization plan uses Soft Systems Methodology (SSM). The output of this planning consists of masterplan, detail plans on each design element, and activity plans for the beneficiaries that are visitors, merchants, and the surrounding communities.

Kata Kunci : Revitalisasi, Rekreasi, Ruang Terbuka Publik, Rancang Kota, Soft System Methodology/ Revitalization, recreation, public open space, Urban Design, Soft System Methodology.

  1. S1-2018-364292-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364292-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364292-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364292-title.pdf