Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengguna dalam Mengadopsi Layanan Mobile Money: Studi di Pulau Jawa
ANNISA PRATITA M, Yulia Arisnani Widyaningsih, M.B.A, Ph.D
2018 | Skripsi | S1 MANAJEMENTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyoroti faktor-faktor yang memiliki dampak signifikan pada penerapan layanan mobile money sehingga tingkat adopsinya dapat meningkat di Pulau Jawa, Indonesia. Objek riset adalah penyedia layanan mobile money yang mengoperasikan bisnis mereka di Pulau Jawa. Riset ini mengukur pengaruh kesesuaian teknologi dengan pekerjaan, nilai moneter, konektivitas, daya keinovatifan personal, dan ketidaknyamanan melalui kegunaan yang dipersepsikan dan kemudahan penggunaan yang dipersepsikan mampu mempengaruhi niat seseorang untuk mengadopsi layanan mobile money. Responden dalam riset ini adalah pengguna telepon seluler yang bertempat tinggal di Pulau Jawa, telah menggunakan telepon seluler lebih dari dua tahun, dan belum pernah menggunakan layanan mobile money. Sebanyak 456 pengguna telepon seluler berpartisipasi dalam riset kuantitatif ini sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode nonprobability judgment sampling. Metode analisis data dilakukan dengan uji regresi linear berganda. Hasil pengujian diketahui jika kegunaan yang dipersepsikan, kemudahan penggunaan yang dipersepsikan, dan kapasitas penyerapan berpengaruh positif terhadap niat penggunaan layanan mobile money. Kesesuaian teknologi dengan pekerjaan, nilai moneter, dan kemudahan penggunaan yang dipersepsikan berpengaruh positif terhadap kegunaan yang dipersepsikan. Kemudian konektivitas, daya keinovatifan personal, dan ketidaknyamanan memiliki pengaruh positif terhadap kemudahan penggunaan yang dipersepsikan. Namun, riset ini memiliki keterbatasan yang terletak pada penyampelan yang mengakibatkan hasil riset ini tidak dapat digeneralisasikan.
This research aims to highlight the factors that have a significant impact on the application of mobile money services so that the adoption rate can increase in Java Island, Indonesia. The object research was mobile money service provider that operates their business in Java. In this research, study examines measures the effect of task technology fit, monetary value, connectivity, personal innovativeness, and discomfort through perceived usefulness and perceived ease of use influence intentions to use mobile money services. Respondents were mobile phone users who live in Java Island, have been using cell phones for more than two years, and have never used mobile money services. A total of 456 mobile phone users participated in this quantitative research as respondents. Data were collected using nonprobability judgment sampling method. Data analysis method was done by multiple linear regression test. The test results are known if perceived usefulness, perceived ease of use, and absorptive capacity have a positive effect on the intention of using mobile money services. The task technology fit, monetary value, and perceived ease of use have a positive effect on perceived usefulness. Then connectivity, personal innovativeness, and dicomfort has a positive influence on perceived ease of use. However, this research has limitations that lie in the mixing that results in the results of this research can not be generalized.
Kata Kunci : niat penggunaan, mobile money, kegunaan yang dipersepsikan, kemudahan penggunaan yang dipersepsikan, kapasitas penyerapan, kesesuaian teknologi dengan pekerjaan, nilai moneter, konektivitas, daya keinovatifan personal, ketidaknyamanan, usage intention, mo