Laporkan Masalah

Pusat Konservasi dan Eduwisata Penyu di Pulau Sangiang Banten dengan Pendekatan Desain Biofilik

AHMAD JAD AL MAULA, Dr. Ing. Ir. Eugenius Pradipto

2018 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Keanekaragaman hayati merupakan salah satu keunggulan Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya jaman keanekaragaman hayati tersebut semakin rusak dan terancam eksistensinya. Pun demikian halnya dengan penyu yang saat ini semakin kritis kondisinya. Padahal Indonesia memiliki enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup dari penyu di Indonesia, salah satunya adalah dengan mendirikan balai atau pusat konservasi penyu yang bertujuan untuk mencegah penyu mengalami kepunahan. Namun sampai saat ini pusat konservasi penyu di Indonesia masih banyak yang memenuhi standar secara fungsional sehingga akhirnya keberadaannya kurang maksimal Konservasi penyu yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata merupakan salah satu cara yang efektif dalam menjalankan kegiatan konservasi, dimana wisatawan dapat berwisata sambil belajar mengenai pentingnya menjaga kelestarian penyu. Atas hal ini pendekatan Perancangan Biofilik dirasa sesuai untuk diterapkan dalam Pusat Konservasi Penyu, mengingat pendekatan ini sangat erat kaitannya dengan alam dan makhluk hidup serta dapat memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran Pulau Sangiang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten yang banyak menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Keindahan Pulau Sangiang juga didukung oleh kenyataan bahwa pulau ini menjadi salah satu pulau yang memiliki pantai peneluran alami bagi penyu. Sehingga pulau ini dirasa potensial utnuk dikembangkan untuk kepentingan konservasi dan wisata Dalam Tugas Akhir ini, dilakukan analisis penggabungan prinsip pusat konservasi dan edukasi yang berbasis alam dengan pendekatan Desain Biofilik yang dipilih untuk menciptakan sarana konservasi yang menarik karena terintegrasi dengan kegiatan wisata sehingga dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi penggunanya. Selain itu hadirnya sarana konservasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sangiang.

Biodiversity is one of Indonesia's advantages compared to other countries. Unfortunately as time goes by, the biodiversity is getting damaged and threatened in existence. One of many species that is critically endangered in Indonesia is sea turtle. Among seven species of sea turtles that are exist in the world, six of them can be found in Indonesia. But in fact, their existence in increasingly threatened. Various efforts have been made to maintain the survival of sea turtles in Indonesia, one of them is to establish a sea turtle conservation center that aims to prevent sea turtles from extinction. Sea turtle conservation center that is integrated with tourism activities in one effective way in carrying out conservation activities, where tourists can travel while learning about the importance of preserving turtles. The implementation of biophilic design approach would be a great thing to be applied in turtle conservation center, considering this approach is very closely related to nature and living things and can have a positive impact on the learning process as well Sangiang Island is one of the leading tourist destinations in Banten Province which attracts many tourists both locally and abroad. Along with that opportunity, the island is also has natural spawning beaches for sea turtles. So that the island is considered potential to be developed for conservation and tourism activities In this Final Project, the principles of conservation center tried to be combined with naturebased education center which comes with Biophilic design approach to create an attractive conservation facility due to the integration with tourism activities to enhance the effectiveness of education and learning process for its visitors. In addition, the presence of conservation facilities is also expected to improve the welfare of the people in Sangiang Island.

Kata Kunci : Konservasi, Wisata, Penyu, Biofilik

  1. S1-2018-364107-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364107-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364107-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364107-title.pdf