Masjid Sebagai Youthspace di Seturan Yogyakarta dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku: Street (Sport) Mosque
IBRAHIM WICAKSONO, Kurnia Widiastuti, S.T., M.T.
2018 | Skripsi | S1 ARSITEKTURPermasalahan pemuda Islam di Jogjakarta sebenarnya tidak jauh berbeda dengan permasalahan umat islam pada skala nasional. Mereka jauh dari masjid. Padahal salah satu hal yang dapat menjadi sebab dinaunginya seseorang di hari kiamat kelak adalah seorang yang hatinya bergantung ke masjid dan seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah. Fungsi masjid-masjid yang kita lihat di Jogjakarta saat ini, kebanyakan hanya sebatas sebagai tempat peribadatan saja. Masjid tidak lebih sebagai tempat pemujaan yang difungsikan sebagai tempat sholat saja dengan bebarapa fungsi lain seperti kajian atau rapat. Tapi lebih dari itu, masjid di jogjakarta tidak memiliki fungsi tambahan yang dapat meningkatkan potensi masyarakat di sekitar. Sehingga salah jika ada slogan yang mengatakan, �gerakan memakmurkan masjid�, karena seharusnya adalah justru masjidlah yang menjadi sebab kemakmuran suatu daerah, bukan sebaliknya. Baiti jannati, menurut Aisyah radhiallahu�anha adalah rumah yang di dalamnya terdapat semangat untuk menuju surganya Allah. Meskipun rumah beliau hanya berukuran sekitar 4 x 6 meter persegi, tetapi ketika rumah tersebut dapat menjadi ladang amal bagi penghuninya dan kita merasa sangat nyaman di dalamnya, itulah baiti jannati. Seperti itulah seharusnya suasana masjid yang terbentuk, nyaman dan menenangkan. Seolah-olah jamaah merasa pahalanya mengalir setiap kali berada di di dalamnya, nyaman seperti di rumah sendiri. Masjid yang baik adalah masjid yang dapat menimbulkan perasaan mosque sick sehingga orang yang pernah mengunjunginya, akan merasakan kerinduan yang mendalam. Salah satu orang yang mendapatkan naungan di padang mahsyar adalah mereka yang hatinya selalu rindu akan masjid. Desain masjid juga secara tidak langsung ikut andil dalam hal ini. Untuk itu diharapkan sebuah masjid memiliki rancangan yang sedemikian rupa sehingga dapat mengajak masyarakat khusunya mahasiswa di sekitarnya untuk dapat aktif berkegiatan di masjid. Baik cuma sekadar nongkrong maupun ikut meramaikan kegiatan peribadatan. Kata kunci: Masjid, Youthspace, Pemuda
The main issue of young moslem in Jogjakarta ain't so different with other moslem in Indonesia. The location of the mosque is way too far from their house. Whereas, something that cause someone gets a shade in the afterlife is a heart from a man that is attached to the mosque and a young man that grow in a faith of Allah. Nowadays, the use of mosques in Jogjakarta , mostly just for a devotion place. Mosque is only a devotion place, for people to perform sholat dan other function such as lecture or meeting. Further more, mosques in Jogjakarta do not have any additional function to increase neighborhood potency. so, it is a proof that a saying, �mosque prosperity movement� is wrong, because the mosque itself that should be the cause of prosperity in a society, not the other way. Baiti Jannati, according to Aisyah radhiallahu�anha, is a house that has spirit to reach Allah�s heaven. Although Baiti Jannati is just about 4 x 6 metersquare, it could become the source of good deed for its resident and they feel comfortable inside. That is what a mosque ambience should be, pleasant and calming. As if the jamaah feel the reward from Allah, flowing everytime they are inside the mosque, pleasant and feels like home. A great mosque is a mosque that can cause mosque-sick feeling, so people that had been visited it, would have really missed it. The one that would get a shade in mahsyar desert is the one whose heart is always attached to the mosque. A great mosque has a deal with it. Therefore a mosque should have a good design that could invite people especially college students around to be active in the activity of the mosque. In both of just hanging out but also praying in it. Keyword: Mosque, Youthspace, Youth
Kata Kunci : Masjid, Youthspace, Pemuda