Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian Pembiayaan Konsumen Pada PT BCA Finance Cabang Juanda Depok Dalam Perspektif Perlindungan Konsumen
DESI KOMALA SARI, Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H., M.Hum
2018 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui klausula-klausula baku yang termuat dalam perjanjian pembiayaan konsumen yang dibuat oleh PT BCA Finance serta implikasinya terhadap pembuatan akta fidusia guna pengikatan terhadap barang yang telah dibeli secara angsuran, serta untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai salah satu lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan yuridis empiris, yaitu penelitian lapangan yang dilakukan guna mendapatkan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan responden dan narasumber. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui studi kepustakaan guna memperkuat analisis. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskpriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam perjanjian pembiayaan konsumen yang dibuat oleh PT BCA Finance didalamnya memuat klausula baku yang dilarang dalam Undang � Undang Nomor 8 Tahun 1999 yaitu mengenai pemberian kuasa kepada pelaku usaha guna pembebanan jaminan dan ditindaklanjuti dengan penandatanganan surat kuasa fidusia yang digunakan untuk menghadap notaris pada saat pembuatan akta jaminan fidusia, hal ini menjadikan akta jaminan fidusia menjadi batal demi hukum karena dasar pembuatannya juga batal demi hukum. Perlindungan hukum yang diberikan oleh Yayasan lembaga Konsumen Indonesia adalah perlindungan yang bersifat refresif karena hanya memberi saran kepada konsumen serta bertindak selaku mediator jika diperlukan. Kata kunci : Klausula Baku, Surat Kuasa Fidusia, Perlindungan Konsumen
This study aims to find out the standard clauses contained in consumer financing agreements made by PT BCA Finance and the implications of the making of fiduciary deeds for the bondage of goods that have been purchased in installments, and to know the form of legal protection provided by the Indonesian Consumers Foundation (YLKI) as one of the non-governmental consumer protection agencies. This research is done through empirical juridical approach, namely is field research conducted to obtain primary data is data obtained directly through interviews with respondents and resource persons. This study also uses secondary data that is data obtained through literature study to strengthen the analysis. The data obtained were analyzed by qualitative analysis presented descriptively. The result of the research shows that in the consumer financing agreement made by PT BCA Finance therein contains a standard clause prohibited in Law Number 8 Year 1999 concerning the granting of power to business actors for the imposition of collateral and followed up by the signing of the fiduciary authorization letter used to confront the notary at the time of making the fiduciary guarantee deed, this makes the fiduciary deed null and void because the basic construction is also null and void. The legal protection provided by the Indonesian Consumers Foundation is refresive protection because it only advises consumers and acts as mediator if necessary. Keywords: Standard Clause, Fiduciary Power of Attorney, Consumer Protection
Kata Kunci : Klausula Baku, Surat Kuasa Fidusia, Perlindungan Konsumen