Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DENGAN KEMAMPUAN KONSENTRASI PADA REMAJA PUTRI DI KOTA YOGYAKARTA

RIZKA FIKRINNISA, Dr. rer. nat. dr. BJ Istiti Kandarina.; Dr. Leny Latifah, S.Psi, Psi., MPH

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Sebesar 30% penduduk Indonesia adalah usia remaja, suatu periode kritis tetapi strategis untuk dibina karena remaja dipersiapkan untuk menjadi generasi penerus bangsa. Masa remaja adalah masa pertumbuhan yang membutuhkan zat gizi lebih tinggi baik zat gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak) maupun zat gizi mikro (vitamin, mineral). Kekurangan mineral khususnya zat besi pada kelompok usia remaja harus diperhatikan karena anemia dapat mempengaruhi pertumbuhan remaja di masa pubertas, serta dapat mengurangi kemampuan konsentrasi sehingga selanjutnya dapat mempengaruhi kemampuan belajar anak sekolah yang memasuki masa remaja. Tujuan: Tujuan penelitian ini secara umum adalah mengetahui hubungan antara anemia dengan kemampuan konsentrasi pada remaja putri di Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Subjek merupakan 191 remaja putri di SMP-SMA Kota Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Anemia diukur berdasarkan konsentrasi Hemoglobin (Hb) menggunakan Hematoanalyzer KX-21 dan kadar Mean Corpuscular Volume (MCV). Kemampu an konsentrasi menggunakan sub-tes DAT (Differential Aptitude Test) yaitu Clerical Speed and Accuracy/Tes Cepat Teliti (D4) yang sudah diadaptasi dalam Bahasa Indonesia dan dilakukan oleh tim psikolog. Hasil: Tidak ada hubungan antara anemia dengan kemampuan konsentrasi pada remaja putri (p>0,05). Tidak ada hubungan antara asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kemampuan konsentrasi tetapi ada hubungan antara usia dengan kemampuan konsentrasi pada remaja putri (p<0,05). Kesimpulan: Anemia tidak berhubungan dengan kemampuan konsentrasi remaja, tetapi anemia menjadi faktor risiko terhadap kemampuan konsentrasi saat analisis multivariat walaupun tidak berhubungan secara signifikan. Program penanggulangan anemia pada remaja putri saat ini yaitu pemberian Tablet Tambah Darah sudah tepat untuk meningkatkan simpanan besi dalam tubuh karena asupan zat besi yang tidak cukup.

Background: About 30% of Indonesian citizens are statiscally indicated to undergo adolescence, a critical but strategic period as in this period, they are being prepared to be good citizens. Adolescence is the period where adolescents demand more nutrition, either macro (energy, carbohydrate, protein, fat) or micro nutrition (vitamin, mineral). In adolescents, lack of mineral especially iron should be paid more attention because it leads to anemia, affecting their growth while puberty. It might decrease their concentration ability, and hence influencing their learning ability. Objective: This research has a general objective that is to investigate the relationship between anemia and concentration ability of adolescent girls in Yogyakarta. Methods: This research employed the cross-sectional design. The subject consisted of 191 adolescent girls studying at junior-senior high schools in Yogyakarta meeting the inclusion criteria. Anemia was measured by investigating the Hemoglobin (Hb) concentration employing Hematoanalyzer KX-21 and Mean Corpuscular Volume (MCV). Meanwhile, concentration ability was measured by conducting the DAT (Differential Aptitude Test) sub-test that was Clerical Speed and Accuracy that had been translated into the Indonesian language and done by a psychologist team. Results: There was no relationship between anemia and concentration ability of adolescent girls (p>0.05). There was no relationship between protein, iron, and vitamin C intake and concentration ability but there was indeed a relationship between age and concentration ability of adolescent girls (p<0.05). Conclusion: Anemia did not have any relationship with concentration ability of adolescents. However, after conducting the multivariate analysis, the researchers figured out that anemia might be one of risk factors influencing concentration ability although the relationship was not significant. Anemia prevention program in adolescent girls today is giving Iron-Folic Acid Supplementation which is right to increase iron deposits in the body because inadequate iron intake.

Kata Kunci : Anemia, Kemampuan Konsentrasi, Remaja Putri, Concentration Ability, Adolescent girls

  1. S2-2018-403351-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403351-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403351-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403351-title.pdf