KETERLAMBATAN PENGAJUAN KLAIM BPJS PASIEN RAWAT INAP DI RSUD PADEMANGAN
MELVINAWATI KRISTINA, DR. drg. Julita Hendrarti, M.Kes., AAK; DR.dr. Andreas Meliala,DPH.,M.Kes.,MAS
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Jumlah pasien rawat inap penjamin BPJS di RSUD Pademangan mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun. Adanya keterlambatan pembayaran klaim akan berpengaruh terhadap pembagian jasa medis (remunerasi) sehingga akan mengalami penundaan yang cukup panjang. Keterlambatan proses pengajuan klaim tentunya akan menyebabkan keterlambatan pembayaran pendapatan RSUD Pademangan yang seharusnya dibayar oleh pihak BPJS tepat waktu. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pengajuan klaim BPJS pasien rawat inap di RSUD Pademangan Jakarta Utara. Metode: Jenis penelitian deskriptif pendekatan studi kasus dengan rancangan tunggal terpancang, dilakukan melalui wawancara in depth interview dan observasi di RSUD Pademangan, Jakarta Utara pada bulan Juni-September 2017. Subjek penelitian sebanyak 33 informan atau responden. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, telaah dokumen disajikan secara narasi dengan pendekatan triangulasi. Hasil: Persepsi SDM terhadap implementasi JKN dan BPJS di RSUD Pademangan masih belum sama atau berbeda. Beban kerja masih normal, dari hasil wawancara terhadap unit pelayanan rawat inap, IGD, rawat jalan poli gigi, dan rawat jalan lainnya mengatakan bahwa beban kerjanya belum ada. Ketersediaan SOP proses klaim di tiap unit layanan belum tersedia, dari kegiatan koding membaca diagnosa dokter dalam proses klaim BPJS pasien rawat inap selama 2 kali 24 jam setelah pasien pulang tidak pernah dilaksanakan. Terjadi penundaan pengisian resume medis sehingga sehingga mempengaruhi ketidaklengkapan berkas klaim BPJS. Alur proses klaim BPJS yang dilakukan di RSUD Pademangan masih belum jelas sehingga semua petugas yang terlibat belum mematuhinya. Jadwal kehadiran verifikator BPJS di RSUD Pademangan sudah cukup membantu proses klaim dengan kehadiran verifikator di rumah sakit sebanyak dua kali dalam seminggu yaitu setiap hari selasa dan kamis. Kesimpulan: Keterlambatan pengajuan klaim BPJS pasien rawat inap di RSUD Pademangan Jakarta Utara dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain lemahnya pengetahuan SDM mulai dari kurang memahami tentang kebijakan, petunjuk pelaksanaan dan proses impelemntasinya sampai regulasi pada Persepsi SDM tentang implementasi JKN dan BPJS, ketersediaan SOP proses klaim di tiap unit layanan belum tersedia, ketidak lengkapan dokumen rekam medis rawat inap, dan alur proses klaim BPJS yang dilakukan di RSUD Pademangan masih belum jelas.
Background: The number of inward patient belong to BPJS in Pademangan Public Hospital has increased in the past three years. Any delay in payment of claims will affect the distribution of medical services (remuneration) so that will run into a long delay. The delay of claim submission process will certainly lead to delays in payment for Pademangan Public Hospital income that should be payed by BPJS on time. Objective: To identify factors related to the late submission of inward patient BPJS claims at Pademangan Public Hospital, North Jakarta. Method: This research is descriptive study kind with qualitative approach using single staged design was done through in depth interview and observation in Pademangan Public Hospital, North Jakarta in June-September 2017. The subject is 33 informants or respondents. Qualitative data collected by interviews, document review presented in narrative with triangulation approach. Result: there are some factors that influenced the delay of submission of BPJS claims in inward patient in Pademangan Public Hospital that is; the perception of human resources about the implementation of JKN and BPJS in Pademangan Public Hospital is still different, the workload is still normal, from interviews of inward patient unit, Emergency Room, outpatient, dental poly, and other outpatients said that the workload is not available yet, the availability of Claims SOPs in each unit care is not yet, the reading coding activities of the doctor's diagnosis in the BPJS claims process of inpatients for 2 times in 24 hours after the patients return is never implemented, incomplete medical record so that the medical record should be returned back until responsible doctor completing that medical record, the flow of claims process BPJS in Pademangan Public Hospital still not clear so that all officers involved have not obeyed, the attendance of BPJS verifier twice a week every Tuesday and Thursday in Pademangan Public Hospital is enough to help the claim process. Conclusions: The late submission of inpatient BPJS claims in Pademangan Public Hospital North Jakarta is influenced by several factors such as the lack of knowledge of human resources ranging from lack of understanding about policy, implementation guidance and implementation process to regulation on Human Resource perception about JKN and BPJS implementation, Claims SOPs in each unit care in every unit is not available yet, Incomplete medical records of inward patient, and the flow of claims process BPJS in Pademangan Public Hospital still unclear.
Kata Kunci : Klaim BPJS, Pasien Rawat Inap, RSUD Pademangan; Claim BPJS, Inward patient, Pademangan Public Hospital