PENGALAMAN ORANGTUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DENGAN DISABILITAS NETRA DI YOGYAKARTA
DEWI KUSUMANINGTYAS, Dr. Budi Wahyuni, M.M., M.A ; Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S
2018 | Tesis | MAGISTER KEPERAWATANLatar Belakang: Remaja dengan disabilitas netra rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi, pelecehan seksual dan keterbatasan pengalaman kognitif karena hambatan penglihatan yang dimiliki. Salah satu cara untuk mencegah pengalaman negatif terkait kesehatan reproduksi dan seksualitas adalah dengan pendidikan kesehatan reproduksi oleh orangtua sebagai orang terdekat dengan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman orangtua dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja dengan disabilitas netra. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2017 di tiga sekolah yaitu SLB Negeri I Bantul, SLB A Yaketunis dan MTs LB Yaketunis Yogyakarta. Pemilihan partisipan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan mempertimbangkan variasi maksimum. Pengumpulan data dengan metode wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara semi terstruktur. Partisipan berjumlah 10 orang tua remaja disabilitas netra (ayah dan/atau ibu). Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian: Lima tema yang dihasilkan yaitu: 1) pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja disabilitas netra diberikan sesuai dengan kebutuhan anak, 2) orangtua memiliki hambatan dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, 3) pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja disabilitas netra diberikan dengan mengoptimalkan fungsi indera yang lain yaitu indera pendengaran, perabaan dan penciuman, 4) agama dan norma sosial menjadi pertimbangan orangtua dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, 5) kondisi disabilitas netra yang dialami orangtua memengaruhi persepsi dan cara orangtua dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi Kesimpulan: Pendidikan kesehatan reproduksi penting diberikan sejak dini pada remaja dengan disabilitas netra, dengan mempertimbangkan media dan metode yang sesuai yaitu dengan mengoptimalkan fungsi indera pendengaran, perabaan dan penciuman.
Background: Visibility limitations in children with blind disabilities affect their cognitive experiences, reproductive health problems and sexual abuse. One way to prevent negative experiences related to reproductive health and sexuality is to reproductive health education by parents as the closest person to the child. The objective of this research is to explore the experience in providing reproductive health education in adolescents with blind disability. Method: This research is a qualitative research with phenomenology approach. The study was conducted from July to August 2017 in three schools, which are: SLB Negeri I Bantul, SLB Yaketunis and MTs LB Yaketunis Yogyakarta. Participans were selected by purposive sampling based on inclusion and exclusion criterion, and considered the maximum variation sampling. The participants were 10 blind disability parents (father and/or mother). The data was collected through interviews using semi-structured interview guidelines. Data were analyzed using Colaizzi method. Result of the research: Five themes are: 1) Reproductive health education is provided in accordance with the needs of children; 2) The parents have barriers in giving reproductive health education; 3) Reproductive health education in adolescent with blind disability is given by optimizing the sense of listening, touching and kissing 4) Religion and social norms become the basis of parent�s consideration in providing reproductive health education; 5) The blind disability conditions experience by parents will affect the education provided Conclusion: Reproductive health education is important since early age in adolescents with blind disability, by considering media and appropriate methode that is by optimizing the function of the sense of hearing, touch and smell.
Kata Kunci : pendidikan kesehatan reproduksi, remaja, disabilitas netra, orangtua, reproductive health education, blind disability adolescent, parent