Laporkan Masalah

EVALUASI PENERAPAN MODEL PENYELENGGARAAN SOSIOKARITATIF MENUJU SOSIOEKONOMIS DI RUMAH SAKIT MITRA MASYARAKAT TIMIKA PAPUA

BOYD PRESSER HAROLD , DR. Dr. Andreasta Meiliala, Dpl. PH, MKes., M.A.A.

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Pengelolaan rumah sakit oleh lembaga nirlaba dapat diselenggarakan secara sosiokaritatif dan sosioekonomis. Pengelolaan dengan model sosiokaritatif digerakkan oleh misi kemanusiaan untuk tujuan sosial, dana operasional berasal dari hibah, pekerja bekerja secara sukarela, pasiennya tidak membayar sama sekali sehingga dalam penyelenggaraannya sering kekurangan dana dan cenderung tidak efisien. Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Papua Timika dikelola secara sosiokaritatif sering mengalami kesulitan anggaran meski didanai oleh salah satu perusahan tambang terbesar di Indonesia. Untuk menuju penyelenggaraan yang berkelanjutan seiring diterapkannya Jaminan Kesehatan Nasional, model penyelenggaraannya akan dirubah menjadi sosioekonomis dimana pasien diberdayakan untuk turut mendanai rumah sakit melalui skema klaim jaminan berbasis asuransi BPJS. Tujuan (1) Mendeskripsikan penerapan sistem penyelenggaraan sosiokaritatif di RSMM Timika Papua (2) Mengukur kesenjangan antara model penyelenggaraan sosiokaritatif dan sosioekonomis di RSMM Timika Papua. (3) Menetapkan strategi mengubah pola penyelenggaraan RSMM Timika Papua dari sosiokaritatif menjadi sosioekonomis yang berkelanjutan. Metode penelitian : Jenis penelitian studi kasus dengan desain studi kasus tunggal terpancang di RSMM Timika Papua dengan pendekatan survey. Kesimpulan : (1)Model penyelenggaraan RSMM Timika Papua, dijalankan untuk misi sosial kemanusiaan, sumber dana penyelenggaraan setelah 2013 tidak murni dari hibah, karyawan diupah diatas upah minimum (diatas nilai pasar), pasien penerima manfaat dana kemitraan tidak membayar tetapi pasien umum membayar, sering mengalami kesulitan keuangan karena penyelenggaraannya tidak efisien namun pelayanan yang diberikan memuaskan. (2) Kesenjangan antara model penyelenggaraan sosiokaritatif dan sosioekonomis di RSMM Timika Papua meliputi sistim kelembagaan, sistem penyelenggaraan, skema pendanaan, dan akuntabilitas keuangan, dan penyelenggaraan yang efisien dan cost-effective (3) Strategi mengubah model penyelenggaraan ke sosioekonomis berupa penataan sistem kelembagaan, penataan sistem penyelenggaraan, mengubah sistem pendanaan, penataan akuntabilitas keuangan dan pengelolaan yang efisien dan efektif.

Background: Hospitals operated by not-for-profit organization are managed in two models, social charitable or social economic. Social charitable is generated by social for humanity mission, the operational costs come from global charity funding, the employees work voluntarily, the patients dont pay anything, and have tendency inefficient operationally. Even though funded by one of the largest mining company in Indonesia through Community Social Responsibility Funding, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Papua Timika often finds difficulties to meet its budget. To make the hospital to be financially sustainable, the operational model must be changed into socioeconomic in the era of National Health Coverage where the patients are empowered to afford the operational costs of the hospital under national insurance-based claim. Objectives(1) To describe the implementation of the social charitable operational model in RSMM Timika Papua (2) To measure the gap between the two models in RSMM Timika Papua and (3) to determine the strategy of changing from social charitable to sustainable socioeconomic model. Method : Study Case with single study case designed in RSMM Timika Papua with survey approach. Results : (1)RSMM is operated under social charitable model for social humanity mission, the operational budget comes from charitable global fund but since 2013 is not purely social charitable, the employees salaries is higher than the minimum standard salary, the beneficiaries do not pay for services, the hospitals often finds difficulties to meet its budget and inefficient in operation, otherwise the medical services are satisfactorily. (2) The gap between the two models in RSMM Timika Papua can be found in institutional system, operating system, funding scheme, financial accountability and efficient and cost-effective management. (3) The strategy to change to operational model from social charitable to socioeconomic are to change the institutional system, operating system, funding scheme, financial accountability and efficient and cost-effective management.

Kata Kunci : Sosiokaritatif, sosioekonomis, evaluasi kinerja keuangan dan non keuangan, Social charitable, socioeconomic, financial and non-financial performance evaluation.

  1. s2-2018-390295-abstract.pdf  
  2. s2-2018-390295-bibliography.pdf  
  3. s2-2018-390295-tableofcontent.pdf  
  4. s2-2018-390295-title.pdf