Laporkan Masalah

RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY AND SOCIAL SUPPORT AMONG UNDERGRADUATE MEDICAL STUDENTS IN UGM:A CROSS-SECTIONAL STUDY

YESSY ADHI UTAMI, Dr.dr Carla R.Marchira,Sp.KJ(K); Dr.dr Budi Pratiti,Sp.KJ; Dr. Dra Sumarni, M.Si

2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Sudah menjadi rahasia umum bahwa pendidikan kedokteran dianggap penuh tekanan terhadap mahasiswa kedokteran. Sebagai tenaga kerja kesehatan pada masa depan, mahasiswa kedokteran diharapkan untuk memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai. Untuk mencapai tujuan ini, berbagai latihan dan ujian harus dilakukan. Seiring dengan beratnya beban yang harus diemban, tidak sedikit mahasiswa kedokteran yang mengalami depresi dan kecemasan. Kecemasan adalah keadaan otak yang memprediksi sinyal bahaya yang segera dan memungkinkan seseorang untuk mengambil langkah untuk menghindar dari ancaman. Menurut WHO, jumlah orang yang menderita depresi dan/atau kecemasan telah meningkat secara signifikan. Dukungan sosial adalah gabungan keluarga, dan teman disaat seseorang membutuhkan dukungan mental, fisik, dan finansial. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa orang yang memiliki banyak dukungan sosial memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk mengatur stress dan memiliki tingkat kesehatan mental yang lebih tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujua untuk mencari korelasi antara dukungan sosial dan tingkat kecemasan pada mahasiswa kedokteran di Universitas Gadjah Mada. Subjek: Subje pada penelitian ini adalah mahasiswa sarjana (S-1) kedokteran Universitas Gadjah Mada yang sedang dalam masa studi pada tahun kedua, ketiga dan keempat di kedua program studi; internasional dan reguler. Metodologi: Subjek penelitian diminta untuk mengisi dua jenis kuesioner; Taylor Manifest Anxiety Scale dan Sarason Social Support Questionnaire. Tingkat kecemasan dibagi menjadi tiga golongan: rendah (nilai total dari 5 sampai 15), sedang (nilai total dari 16 sampai 39) serta tinggi (niai total 40 sampai 50). Batas dari skor dukungan sosial didapat dari median. Hasil: Terdapat hasil yang bermakna secara statistik untuk menunjukkan hubungan antara kecemasan dan dukungan sosial. Hasil adalah jumlah kuantitatif dukungan sosial bermakna secara signifikan terhadap tingkat kecemasan dibandingkan dengan jumlah kualitatif dukungan sosial. Kesimpulan: Hipotesis berupa Terdapat korelasi antara tingkat kecemasan dan dukungan dapat dibuktikan. Akan tetapi, hanya jumlah kuantitatif dari dukungan sosial yang bermakna secara signifikan.

Background: Medical education had been recognized as stressful on undergraduates, as it demands balanced knowledge, skills and values - as medical students will be in charge of the health and wellbeing of the others in the future. In order to achieve these demands, various training, examination and assessment are inevitable. With these much pressure to bear, the amount of medical student experiencing from depression and anxiety is undeniably high. Anxiety refers to brain states elicited by signal that predict impeding but not immediately present danger and enables a person to take measures to deal with a threat. According to WHO, number of people suffering from depression and/or anxiety has increased significantly. Social support is defined as a network of family, friends and neighbors who are available when one requires mental, physical, or financial support. Numerous studies have shown that people with more social support show higher ability to manage their stress and possess better mental health. Objective: To seek any correlation between presence of social support and the reduction of anxiety level among medical students in Universitas Gadjah Mada. Subject: Subjects are undergraduate medical students of Universitas Gadjah Mada, in both international and regular class who are currently on their second, third and fourth year of academic study. Methodology: Research subjects were asked to fill in two different questionnaires; Taylor Manifest Anxiety Scale and Sarason Social Support Questionnaire. Anxiety level was divided into three categories; Low (score between 5 to 15), Moderate (score between 16 to 39) and High (score between 30 to 40). Social Support cut-off score is obtained by median. Result: There is statistically significant correlation between anxiety and social support (p<0.05). The result was the number of social support correlates significantly with level of anxiety compared to the satisfaction of social support (p=0.005 vs p=0.0369) Conclusion: The hypothesis of There is a correlation between anxiety and social supportcould be proven. However, only the number of social support that correlates significantly with level of anxiety.

Kata Kunci : anxiety, social support, medical students, Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) , Sarason Social Support Questionnaire (SSQ)

  1. S1-2017-365496-abstract.pdf  
  2. S1-2017-365496-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-365496-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-365496-title.pdf