ARAHAN OLAH DESAIN ARSITEKTUR PUSAKA BEKAS RUMAH-RUMAH DINAS PABRIK GULA TANJUNGTIRTO
ANGGITA RAHMI, Dr.Ir. Laretna Trisnantari Adishakti, M.Arch
2018 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURRumah dinas pabrik gula Tanjungtirto merupakan salah satu peninggalan bangunan yang masih ada yang perlu dilestarikan sebagai sejarah panjang perjalanan industri gula di Indonesia. Rumah-rumah dinas ini telah banyak mengalami banyak perubahan dari fungsi bangunan dan fasad bangunan sudah mengalami kerusakan, tetapi beberapa rumah dinas masih utuh tidak merubah struktur bangunannya dan material yang digunakan juga masih asli. Terdapat delapan rumah dinas yang tersisa pada kawasan pabrik gula di Tanjungtirto. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menemukan karakteristik arsitektural rumah-rumah dinas pabrik gula Tanjungtirto, (2) Menemukan arahan olah desain rumah-rumah dinas pabrik gula Tanjungtirto. Metode yang digunakan dalam penelitianini berupa metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu: (1) karakteristik arsitektur dari rumah-rumah dinas pabrik gula Tanjungtirto adalah gaya dari arsitektur Indische Empires yaitu pola dan bentuk bangunan dengan gaya arsitektur Indis yang berkembang antara tahun 1800-an sampai tahun 1902 di Indonesia khususnya di Jawa yang dikenal dengan sebutan The Empire Style. (2) olah desain rumah-rumah dinas pabrik gula Tanjungtirto diperbolehkan adanya penambahan bangunan baru disekitar bangunan pusaka, Pengembangan bangunan baru tetap memperlihatkan dengan jelas bangunan baru dan bangunan lama dengan mempertahankan bangunan inti. Arahan fungsi bangunan dengan konsep economic of heritage sebagai pengembangan nilai ekonomi dan pariwisata terhadap rumah-rumah dinas pabrik gula Tanjungtirto yaitu penginapan, rumah budaya dan fasilitas makan minum. Arahan fasad banguanan terdapat komponen fasad yaitu Pintu, jendela, warna cat dinding dan atap yang merupakan karakteristik dari rumah dinas pabrik gula tanjungtirto yang harus dipertahankan. Arahan struktur bangunan terdapat 2 bangunan yg rusak berat tindakan pelestarian berupa rekonstruksi dan 6 bangunan yang rusak ringan tindakan pelestarian berupa preservasi.
Tanjungtirto sugar factory official house is one of the remaining buildings that need to be preserved as a long history of sugar industry travel in Indonesia. These official houses have undergone many changes from the function of the building and the facade of the building which has been damaged, but some of the houses are still intact not change the structure of the building and the material used is also still original. There are eight remaining official houses in the sugar factory area in Tanjungtirto. This study aims to: (1) Find the architectural characteristics of the official houses of the Tanjungtirto sugar factory, (2) Find the design guideline of the official houses of the Tanjungtirto sugar factory. The method used in this research is qualitative method through descriptive approach. The results of this research are: (1) architectural characteristics of the houses of the Tanjungtirto sugar factory is the style of Indische Empires architecture that is the pattern and the shape of the building with the architectural style of Indis which developed between the 1800s until 1902 in Indonesia, especially in Java, which known as The Empire Style. (2) the official houses design of the Tanjungtirto sugar factory are allowed to add new buildings around the heritage buildings while the development of new buildings still clearly show the new buildings and old buildings by maintaining the main building. Building function guideline with economic of heritages concept as economic and tourism value development to official houses of Tanjungtirto sugar factory that is lodging, culture house and eating-drinking facility. There are components of the facade in the its building facade guideline these are doors, windows, paint color of the walls and roof which is characteristic of the official house of Tanjungtirto sugar factory that must be maintained. At the structure building guideline, there are 2 units of heavy damaged buildings which then carried out conservation actions in the form of reconstruction and 6 units of lightly damaged buildings are preserved in the form of preservation.
Kata Kunci : bangunan pusaka, pelestarian, olah desain arsitektur pusaka, pabrik gula, rumah dinas