ANALISIS KEPRIBADIAN KOYAMA NOBUO DALAM NOVEL HOUKAGO NI SHISHA WA MODORU KARYA AKIYOSHI RIKAKO: PSIKOANALISIS CARL GUSTAV JUNG
VANDA THERESA FARHANA AFRA, Dr. Shobichatul Aminah, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANGNovel Houkago ni Shisha wa Modoru karya Akiyoshi Rikako menceritakan kisah tokoh bernama Koyama Nobuo, seorang otaku yang diabaikan oleh teman-teman sekelasnya, dalam mencari pelaku yang mendorongnya dari tebing. Di dalam novel tersebut, tokoh Koyama Nobuo digambarkan dengan variasi kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian tokoh Koyama Nobuo menggunakan kerangka teori psikoanalisis Carl Gustav Jung. Di dalam teori Jung, jiwa manusia terdiri atas ego (terdiri dari fungsi jiwa dan sikap jiwa yang superior), ketidaksadaran pribadi (terdiri dari fungsi jiwa dan sikap jiwa yang inferior), dan ketidaksadaran kolektif (berisi arketipe-arketipe). Dari analisis kepribadian tokoh, dapat diketahui bahwa fungsi jiwa dan sikap jiwa yang dominan adalah perasa dan introversi, sedangkan fungsi jiwa dan sikap jiwa yang inferior adalah pemikir dan ekstraversi. Selain itu, ditemukan juga bahwa arketipe-arketipe yang berada di alam ketidaksadaran kolektif tokoh berupa; penilaian seseorang dari penampilan luar, orang berpenampilan menarik dianggap baik, dan penilaian negatif terhadap otaku. Arketipe-arketipe di dalam teks ini konsisten dengan kenyataan-kenyataan di luar teks. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian tokoh dan kondisi lingkungannya yang ada di dalam teks merepresentasikan kondisi sosial budaya Jepang yang melatarbelakanginya. Selain itu, di akhir cerita dituliskan bagaimana tokoh menyadari bahwa dia melakukans hal seperti arketipe-arketipe yang merugikannya sehingga tokoh memutuskan untuk berusaha agar bisa lebih terbuka dengan teman-teman sekelasnya. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa penggambaran seperti ini sengaja dilakukan Akiyoshi Rikako selaku sang pengarang untuk menyampaikan motif pengarang yang berupa dua pesan pengarang kepada pembaca, yaitu untuk tidak menilai negatif otaku atau orang dengan penampilan kurang menarik dari satu sisi saja dan untuk mendorong perubahan demi menjaga lingkungan yang harmonis.
Houkago ni Shisha wa Modoru, a novel written by Akiyoshi Rikako, tells about the story of Koyama Nobuo, an otaku who is ignored by his classmates, in finding the culprit who has pushed him off cliff. In this novel, Koyama Nobuo is depicted as a character with multidimensional personalities. This thesis analyzes Koyama Nobuos personalities using Carl Gustav Jungs Psychoanalysis theory. In Jungs theory, a persons psyche is constructed from ego (consists of superior psychic function and psychic energy), personal unconsciousness (consists of inferior psychic function and psychic energy), and collective unconsciousness (contains archetypes). Analysis of Koyama Nobuos personalities results that the superior psychic function and psychic energy are feeling and introversion, while the inferior psychic function and psychic energy are thinking and extroversion. In addition, it is found that Koyamas collective unconsciousness consists of these archetypes; judgment from appearance, positive appraisal toward attractive people, and negative view against otaku. These archetypes found inside text is consistent with the reality outside the text. Thus, it can be concluded that Koyama Nobuos personalities and his surroundings work as reflection of Japans condition. Moreover, in the last part of the story, it is written that Koyama tries to open more after he realizes while he hates the disadvantageous archetypes, he himself does it. Further analysis makes it clear that Akiyoshi Rikako has intention in making the novel reflection to the reality outside text and Koyamas attitude change, which is to convey her writers motive in form of 2 messages to the readers, which are to suggest the readers to not view otaku and less-attractive people negatively from only one side and to know that changes are important in order to maintain harmonious society.
Kata Kunci : kepribadian, psikoanalisis Carl Gustav Jung, arketipe, motif pengarang, personality, Carl Gustav Jung's Psychoanalysis, archetype, writers motive