POLA PENGGUNAAN RUANG JALAN OLEH PEDAGANG KAKI LIMA STUDI KASUS: JALAN SORUMBA DAN JALAN SAPATI KECAMATAN WUA-WUA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA (Area Relokasi Pedagang Pasar Baru)
ANNISA FITRI PRATIWI, Dr. Ir. Djoko Wijono, M.Arch; Dr. Dyah Titisari Widyastuti, S.T.,MUDD.
2018 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURINTISARI Penelitian ini ini mengeksplorasi dan mendeskripsikan faktor dan dampak kegiatan sosial serta perubahan fisik Pasar Baru setelah terjadinya kebakaran tahun 2010. Setelah kejadian tersebut Pemerintah Kota Kendari merelokasi pedagang ke Jalan Sorumba dan Jalan Sapati sebagai tempat berjualan sementara. Seiring berjalannya waktu para pedagang Pasar Baru kemudian menetap dan memperluas ruang dagang mereka di ruang Jalan Sorumba dan Jalan Sapati. Akibat penggunaan ruang jalan oleh pedagang, terbentuk sebuah pola yang beragam dan memiliki karakter yang khas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan dan menyajikan data secara sistemik serta menemukan sesuatu yang baru dengan pengelompokkan fakta, gejala atau kejadian. Analisis dilakukan dengan membahas pengaruh komponen fix, karakteristik ruang penggal jalan dan layout ruang dagang PKL terhadap karakteristik PKL. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh karakteristik ruang jalan terhadap karakteristik PKL membentuk sebuah pola. Pola yang terbentuk di kawasan tersebut adalah pola penggunaan di sepanjang tepi jalan, tepi jalan menjorok ke dalam, tepi jalan cukup jauh dari ruang jalan, sudut jalan dan di area perempatan jalan. Faktor aksesibilitas, visibilitas, dan aktivitas mempengaruhi pemilihan lokasi berdagang PKL secara terbatas dan berbeda-beda. Kata Kunci: Ruang Jalan, Pedagang Kaki Lima, Pola Penggunaan Ruang
ABSTRACT This study explores and describes of both factor and impact of social activity as well as physical changes of Pasar Baru after fire accident in 2010. Therefore, after the accident, the government initiates to relocate the traders with a temporary commercial which takes place in Sorumba and Sapati street. As a result, the using of Sorumba and Sapati street creates such a diverse pattern of typology as well as its characteristics. This research used descriptive qualitative method, which describes and presents the result of the study that also to find any undiscovered facts by grouping many factors such as reality, incident as well as indication. The Analysis is done by discussing the effect of fix components, spatial path characteristics, and the layout trading spaces to the characteristic of traders. The result of this research is to extrapolate and find the key implication of the influence characteristic of street usage that create pattern: along the curb, roadside (inside the road), on the roadside (outside the street), on the street corner, and in intersection area. The factor of accessibility, visibility and activity defininely affects the selection of trading location limitedly and differently. Key word: Street Space, Traders, Space Utilization
Kata Kunci : Ruang Jalan, Pedagang Kaki Lima, Pola Penggunaan Ruang