Sastra Lisan Moi di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua: Kajian Ekokritik Sastra
UMMU FATIMAH RIA L, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum.
2018 | Tesis | S2 Ilmu SastraPenelitian ini membahas tentang sastra lisan Moi di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua dalam kajian ekokritik sastra. Pada penelitian ini akan dibahas gambaran ekologi dan pesan kearifan ekologis dalam sastra lisan Moi; serta peran sastra lisan Moi dalam upaya pelestarian ekologi suku Moi di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan gambaran ekologi suku Moi dan mengungkap pesan ekologis yang terdapat dalam sastra lisan Moi, serta menjelaskan peran sastra lisan Moi dalam upaya pelestarian ekologi suku Moi. Penelitian ini menggunakan perspektif ekokritik sastra yang dicetuskan oleh Glotfelty dan Garrard. Teori yang digunakan adalah teori ekokritik sastra dan pandangan mengenai lingkungan dan kebudayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui studi lapangan dengan teknik observasi, wawancara, pencatatan, dan perekaman. Pengolahan data dilakukan dengan menyimak kembali, mentranskripsi data dalam bentuk fonemis, menerjemahkan data, mengklarifikasi data, membaca kembali, mengidentifikasi dan mengklasifikasi data. Analisis data ditempuh dengan membandingkan verbal, menginterpretasi data, mengonfirmasi hasil interpretasi data bersama informan, dan membuat laporan sementara untuk hasil analisis data. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh temuan dan simpulan 1) sastra lisan Moi berisi gambaran ekologi suku Moi yang di dalamnya terdapat Pegunungan dan kawasan hutan Cycloop sebagai daerah resapan air dan menjadi habitat bagi flora fauna endemik, Sungai Tarmang dan Kali Armu sebagai ekosistem perairan dan sumber air, dan margasatwa endemik yang dilindungi; 2) Sastra lisan Moi mengandung pesan kearifan ekologis agar manusia menjaga kelestarian tanaman sagu dan pinang yang bernilai adat dan ekonomi, memelihara lingkungan pegunungan Cycloop sebagai tempat penampungan dan sumber air, mempertahankan populasi burung cenderawasih, kasuari, nuri, dan ular sebagai margasatwa endemik, dan memanfaatkan sumber daya hutan nonkayu dengan bijak; dan 3) sastra lisan Moi sebagai cerita totem bagi beberapa marga tertentu; mite tentang tempat tertentu; dan pengetahuan dasar tentang lingkungan di sekitar.
The research discusses about oral literature of Moi in Sentani Barat District, Jayapura Regency, Papua Province in literary ecocriticism study. In this research, the description of ecology and the ecological wisdom message in Moi oral literature will be discussed as well as the role of Moi oral literature in the effort of preserving the Moi tribe's ecology in Sentani Barat District, Jayapura Regency, Papua Province. This research aims to show the description of Moi societal ecology and to expose the ecological message existing in Moi oral literature, as well as to describe the role of Moi oral literature in the effort of preserving the Moi tribe's ecology in Sentani Barat District, Jayapura Regency, Papua Province. This research uses the literary ecocriticism perspective was declared by Glotfelty and Garrard. This research uses ecocriticism theory and human and ecology theory. The method used in this research is qualitative method. The method in collecting the data is through field study by observation, interview, note taking, and recording. The method in processing data is rehearing; to transcript; translation; clarification; reviewing; and identifying data. Technique of data analyzing is to compare the verbal data, interpretation of data, to confirm interpretation result with the informan, and making the temporary reports for the data analysis result. The result of his study has found the conclusions are: 1) Oral lirature of Moi contains an ecological representation of the Moi tribe in which there are mountains and Cycloop forest area as water catchment areas and become habitat for flora fauna endemic, Tarmang river and Armu river as aquatic ecosystem and water source, and endemic protected species; 2) the oral literature of Moi has message so that the human to keep sago trees and pine nut plantations that has economic and customary value, to keep the Cycloop mountain environment as a shelter and water source, to maintain population of paradise bird, cassowaries bird, parrot, and snakes as endemic species; to use nonwood forest resources wisely; and 3) Oral literary of Moi can be the totem for certain clans; the myths about the certain places; and the basic knowledge of the surrounding environment.
Kata Kunci : sastra lisan, suku Moi, ekokritik sastra/oral literature, Moi tribe, ecocriticism