Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN GUNA LAHAN PERTANIAN DI SEKITAR JALAN USAHA TANI (JUT) KABUPATEN BANTUL

AMANDA INTAN W, Dr. Ir. Dewanti, M.S.; M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., D.Eng.

2018 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh peningkatan kapasitas JUT terhadap perubahan guna lahan pertanian di wilayah sekitarnya di Kabupaten Bantul serta mengidentifikasi faktor-faktor yang turut mempengaruhi perubahan guna lahan pertanian di sekitar JUT di Kabupaten Bantul. Lokasi penelitian berada di 4 kecamatan di Kabupaten Bantul yaitu Kecamatan Sewon dan Banguntapan yang mewakili wilayah perkotaan serta Kecamatan Jetis dan Bambanglipuro yang mewakili wilayah perdesaan. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deduktif dengan menggunakan metode analisis overlay peta menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengkaji perkembangan JUT dan perubahan guna lahan pertanian. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis regresi linier sederhana (simple regression linier) guna mengukur besaran pengaruh peningkatan kapasitas JUT terhadap perubahan guna lahan pertanian di wilayah sekitarnya. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang turut mempengaruhi perubahan guna lahan pertanian digunakan dua pendekatan, yaitu (1) alasan pemilik lahan yang melakukan perubahan lahan menjadi bangunan (faktor internal) dan (2) faktor-faktor (variabel-variabel) dinamika perkembangan wilayah yang mempengaruhi perubahan guna lahan pertanian dalam satuan wilayah desa (faktor eksternal). Untuk faktor internal digunakan metode analisis deskriptif dari hasil wawancara. Dan untuk faktor ekternal digunakan metode analisis regresi linier sederhana (simple regression linier). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun (2006 – 2016), telah terjadi perubahan guna lahan pertanian di sekitar JUT di lokasi penelitian sebesar 89,62 ha atau 4,82%. Perubahan guna lahan tersebut didominasi oleh perubahan dari sawah ke lahan terbangun yaitu sebesar 80,83 ha dan perubahan dari sawah ke kebun sebesar 8,79 ha. Walaupun jika dilihat dari persentase perubahan guna lahan pertanian yang terjadi di sekitar JUT relatif kecil, namun berdasarkan hasil analisis peningkatan kapasitas JUT berpengaruh signifikan terhadap perubahan guna lahan pertanian di wilayah sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi dualisme pembangunan JUT dimana awalnya JUT dibagun guna membantu mobilitas petani, namun disisi lain pengembangan JUT telah menjadi ancaman bagi keberlanjutan lahan pertanian. Selanjutnya jika dibandingkan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, perubahan guna lahan pertanian akibat peningkatan kapasitas JUT lebih terlihat di kawasan perkotaan. Sedangkan untuk kawasan perdesaan, pengaruhnya belum terlalu besar. Perbedaan besaran pengaruh antara kawasan perkotaan dan perdesaan menunjukkan ada faktor lain yang turut mempengaruhi perubahan guna lahan di wilayah tersebut selain peningkatan kapasitas JUT. Faktor lain yang dimaksud adalah faktor internal pemilik lahan dan faktor eksternal (kewilayahan). Untuk faktor internal pemilik lahan dipengaruhi oleh : (1) kebutuhan akan tempat tinggal, (2) lokasi lebih menguntungkan untuk usaha, (3) kenyamanan lokasi dibandingkan jalan utama, (4) kedekatan dengan pusat kegiatan, dan (5) sistem waris / pemecahan lahan. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh : (1) jarak ke pusat Kota Yogyakarta, (2) laju pertumbuhan penduduk, (3) persentase lahan terbangun, dan (4) luas peruntukan zona hijau.

The purpose of this study is to examine the effect of farm road capacity increment to agriculture land use transformation in surrounding of Bantul Regency. The study was held in 4 sub-districts in Bantul Regency. Sewon and Banguntapan sub-district represent the urban area. Jetis and Bambangliuro sub-district represent the rural area. This study was held with deductive approach which use map overlay analysis method with Geographic Information System (GIS) to examine the development of farm road and agriculture land use. Moreover, this study also uses simple linear regression analysis to measure how big the effect of farm road capacity increment to agriculture land use in around of that area. In order to examine the factors which take effect on agriculture land use, transformation was used two approach, those are (1) the reason of homeland who change his land become a building (internal factor) and (2) factors of region development dynamics which influence agriculture land use transformation in a village area (external factor). To examine the internal factor was used descriptive analysis method was used. Meanwhile, to examine the external factor was used linear regression analysis method. The results of this study show that within 10 years (2006 - 2016) in the farm road around study sites has been agriculture land use transformation about 89.62 ha or 4.82%. Land use transformation was dominated by the transformation from field to land of 80.83 ha and the transformation from field to garden of 8.79 ha. Although judging from the percentage of agriculture land use transformation is relatively small, but according to analysis result farm road capacity increment is significantly effect to agriculture land use transformation in the surrounding of that area. It shows there is a dualism of development where in the beginning farm road built to help farmer mobility, but in other side farm road development has become a threat for agricultural sustainability. Furthermore, when compared between urban and rural area, it shows that agriculture land use transformation due to farm road capacity increment more seen in urban area. While in rural area that no show a significant effect. A big difference between urban and rural area show there are other factors which also influence land use transformation in that area besides farm road capacity increment. Those other factors are internal factor from land owner and external factor (territoriality). Internal factors are affected by (1) the need for place to live, (2) the location is more profitable to business, (3) convenience of location compared to main road, (4) closeness to hub, and (5) inheritance system / land splitting. While external factor are affected by (1) distance to downtown of Yogyakarta, (2) population growth rate, (3) percentage of land built, and (4) area of green zone.

Kata Kunci : Infrastruktur pertanian, Jalan Usaha Tani, perubahan guna lahan pertanian, Kabupaten Bantul

  1. S2-2018-404406-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404406-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404406-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404406-title.pdf