Laporkan Masalah

Cyberbullying dalam Kolom Komentar Line Webtoon Lookism (Analisis Isi Kuantitatif Kolom Komentar Line Webtoon Lookism)

DESRA ISRAYANA, Muhamad Sulhan, Dr., S.I.P., M.Si.

2018 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Dunia maya dapat menjadi wadah berekspresi yang bebas. Orang-orang cenderung untuk berkomentar lebih banyak dan lebih berani ketika berada di dunia maya. Hal ini yang dapat menyebabkan timbulnya cyberbullying. Potensi tersebut semakin meningkat dikarenakan teknologi dan wadah dalam dunia maya yang semakin banyak. Salah satunya adalah kolom komentar, dalam hal ini di Line Webtoon. Line Webtoon yang dipilih berjudul Lookism yang menceritakan mengenai bullying yang kerap kali terjadi pada murid-murid sekolah di Korea Selatan. Selain itu, pada akhir cerita biasanya penulis memberikan pesan tertentu yang masih berhubungan dengan bullying. Namun, tetap saja masih ada potensi cyberbullying yang terjadi pada kolom komentar. Menggunakan metode analisis isi kuantitatif, peneliti melihat bentuk-bentuk cyberbullying yang terjadi di kolom komentar dengan menghitung frekuensinya dan melakukan tabulasi silang. Hasil penelitian mendapatkan bahwa komentator saat ini lebih berani dibandingkan penelitian dahulu. Komentator yang komentarnya berisikan bullying lebih berani untuk menunjukkan identitas ketika melakukan perundungan. Untuk perilaku bullying yang dilakukan pada kolom komentar menghina serta mengejek dan merendahkan yang paling banyak ditemukan yakni 88,4% dan 85,3%. Untuk jenis kategorisasi cyberbullying, flaming dan harassment menjadi dua kategori yang paling banyak ditemukan dengan presentase masing-masing 83,2% dan 84,2%. Baik itu dalam hal distribusi frekuensi ataupun dengan tabulasi silang.

Cyberspace can be a free space of expression. People tend to give more comment and bolder in cyberspace. This can lead to the occurrence of cyberbullying. The potential is increasing due to more technology and amenities which are provided by the virtual world. One of this is the comment field, in this case is in Line Webtoon. Line Webtoon titled 'Lookism' tells about bullying that often happens to students in South Korea. In addition, at the end of the story, the author usually gives a message which is still associated with bullying. However, there is still a potential of cyberbullying occurs in the comment field. Using quantitative content analysis methods, researcher looked at cyberbullying forms that occurred in the comment field by calculating their frequencies and doing cross-tabulation. The study found that current commentators are bolder than commentators in previous studies. Commentators whose comments contained bullying were more courageous to show their identity when doing harassment. For bullying behaviors, insulting and ridiculing or demeaning someone in commentary columns performed most frequently, found as much as 88.4% and 85.3%. For type of cyberbullying, flaming and harassment are two categories are most often found with percentage of each 83.2% and 84.2%. Whether it's in terms of frequency distribution or cross tabulation.

Kata Kunci : Line Webtoon Lookism, Bullying, Cyberbullying, identitas, Menghina, Mengejek dan Merendahkan, Flaming, Harassment.

  1. S1-2018-329025-abstract.pdf  
  2. S1-2018-329025-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-329025-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-329025-title.pdf