EVALUASI CAPAIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN RUSUNAWA DI WILAYAH PESISIR KOTA PASURUAN
KARTIKA HERA C, Deva Fosterharoldas Swasto, Doddy Aditya Iskandar
2018 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahINTISARI Pembangunan rusunawa merupakan salah satu upaya penyediaan hunian yang layak dan terjangkau sebagai salah satu penanganan permukiman kumuh. Secara nasional, pembangunan rusunawa cukup berdampak untuk mengurangi luasan dan jumlah enclaves permukiman kumuh secara parsial dibeberapa daerah. Namun pembangunan rusunawa belum dimanfaatkan dengan optimal sehingga belum sepenuhnya memberikan dampak yang signifikan. Berbeda dengan Rusunawa Pantai Mas yang telah pemanfaatannya dilakukan secara optimal. Hal ini bisa dilihat dari tingkat penghunian yang mencapai 100% dan bahkan banyak calon penghuni yang mendaftar dalam antrian/waiting list. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kebijakan pembangunan rusunawa di wilayah pesisir Kota Pasuruan beserta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap capaian kebijakan pembangunan rusunawa di wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan narasumber dari pemerintah dan tokoh masyarakat. Pada evaluasi capaian kebijakan pembangunan rusunawa di wilayah pesisir, kriteria yang digunakan sebagai variabel bersumber pada evaluasi kebijakan dari Bappenas, Organization of Economic Corporate Development (OECD) dan William Dunn. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : relevansi, efektifitas, efisiensi, dampak dan keberlanjutan. Hasil dari penelitian ini adalah pembangunan rusunawa di wilayah pesisir Kota Pasuruan adalah kebijakan yang secara umum baik tapi kurang optimal. Capaian kebijakan ini yang mendasari tingkat penghunian Rusunawa Pantai Mas mencapai 100%, berbeda dengan hunian rusunawa tingkat nasional yang kurang optimal. Hal ini dikarenakan kebijakan pembangunan rusunawa di wilayah pesisir Kota Pasuruan ini adalah kebijakan yang cukup relevan, efektif, cukup efisien, berdampak optimal dan berkelanjutan. Hasil capaian kebijakan ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang berpengaruh terhadap capaian kebijakan ini, antara lain : faktor karakteristik masyarakat, faktor profesionalisme, faktor prasarana, sarana dan utilitas (PSU), faktor tokoh masyarakat, faktor harga sewa dan faktor keinginan pribadi (mandiri).
ABSTRACT Rusunawa development is the government efforts to provide decent and affordable housing one of to handle slums. In some city nationally, the development of rusunawa has not been enough impact to reduce the extent and amount of partial slum enclaves. This condition because the development of rusunawa has not been utilized optimally, so it has not fully impacted significantly. Otherwise, Rusunawa Pantai Mas which has been utilized optimally. This can be seen from the occupancy rate of 100% and even many prospective residents who the queue list/waiting list. This research purposes to evaluate the achievement of development policy of Rusunawa in coastal area of Pasuruan City and factors influencing the policy achievements evaluation of coastal rusunawa development in Pasuruan City. The research approach is descriptive qualitative method. This research uses resource person/interviewees from government and community leaders. In the process of evaluating, the variables derived from public policy evaluation from Bappenas, Organization of Economic Corporate Development (OECD) and William Dunn. The variables used in this research include: relevance, effectiveness, efficiency, impact and sustainability. The result of this research on the achievement of coastal rusunawa development policy is generally good but less optimally. The achievement of this policy which cause the occupancy rate of Rusunawa Pantai Mas reaches 100%, in contrast to the less optimally of rental housing in several city. This is because the policy of regional development in Pasuruan City is a policies that is quite relevant, effective, quite efficient and have an optimal impact and sustainable. Matters related to this are caused by factors related to this policy, among others: community factors, professionalism factors, infrastructure factors, facilities and utilities (PSU), community leaders factors and personal motivation (independent) factors.
Kata Kunci : Keywords: Evaluasi Kebijakan, Rusunawa, Pesisir, Kota Pasuruan, The Policy Evaluation, Rusunawa, Coastal