Laporkan Masalah

KAJIAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN KOSMETIK DI KOTA YOGYAKARTA

TARA AYU CINTORO, Dr. Fita Rahmawati, Sp.FRS.,Apt.

2018 | Skripsi | S1 FARMASI

Penggunaan kosmetik sangat menarik minat kalangan masyarakat dari bayi sampai usia tua. Banyak masyarakat cenderung kurang menyadari akan adanya efek samping yang dapat timbul pada penggunaan kosmetik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase efek samping kosmetik yang terjadi pada masyarakat Kota Yogyakarta, jenis-jenis efek samping yang terjadi dan tingkat pengetahuan mengenai kosmetik di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan deskriptif eksploratif menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan subjek penelitian masyarakat di Kota Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Kuesioner terdiri dari tingkat pengetahuan masyarakat tentang kosmetik yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Kuesioner juga berisi pertanyaan tentang jenis-jenis kosmetik yang digunakan dan kejadian efek samping kosmetik. Responden yang mengalami efek samping kosmetik dilakukan wawancara untuk mengetahui lebih lanjut jenis-jenis efek samping yang timbul. Panduan wawancara efek samping dibuat berdasarkan formulir aduan efek samping dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 407 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase efek samping kosmetik di Kota Yogyakarta adalah 23 persen atau sebanyak 94 responden. Jenis-jenis efek samping kosmetik yang timbul yaitu ketombe, rambut rontok, rambut kering, kulit kemerahan, kulit kehitaman, jerawat, kulit berbintik, kulit terkelupas, kulit kering, kuku kuning, kuku kering, sariawan, gigi ngilu dan gatal pada organ vital. Efek samping yang paling banyak timbul adalah pada penggunaan kosmetik untuk rambut yaitu 13.27 persen dari 407 pengguna. Tingkat pengetahuan kosmetik di Kota Yogyakarta tergolong tinggi karena terdapat 82.6 persen atau sebanyak 336 responden dari total 407 responden yang memiliki kategori nilai tinggi yaitu diatas 75 persen.

The usage of cosmetics attracts people ranging from young to older ages. Most people are likely not aware of cosmetics' side effects. The aim of this study is to find out the percentage of cosmetics' side effects on people who reside in Kota Yogyakarta, types of side effect and the level of knowledge on cosmetics among people in Kota Yogyakarta. This is a descriptive-explorative study which utilizes questionnaire as the research instrument. The samples are people in Kota Yogyakarta who meet the inclusion criteria. The questionnaire consists of questions regarding level of knowledge on cosmetics, of which validity and reliability had been tested. The questionnaire also contains questions about cosmetic types being used and experiences regarding cosmetics' side effects. Respondents who have ever experienced cosmetics' side effects were interviewed about the side effects. The interview guideline is based on cosmetics' side effects form released by Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). The acquired data is analyzed descriptively and quantitatively. The sample size in this study is 407 respondents. The cosmetics side effect percentage which was discovered was 23% or 94 respondents. Types of cosmetics side effects being found are dandruffs, hair loss, dry hair, reddening skin, darkened skin, acnes, spots on the skin, peeled-off skin, dry skin, yellowish nail, dry nail, oral ulceration, toothache and itchy on the genitalia organ. The most frequent cosmetics' side effects which were found were from the usage of hair cosmetics, which was about 13.27% of 407 users. Level of knowledge on cosmetics among people in Kota Yogyakarta is high because there are about 82.6% or 336 out of 407 respondents achieve well in the scoring category, which is set to be no less than 75%.

Kata Kunci : Efek Samping, Kosmetik, Tingkat Pengetahuan

  1. S1-2018-366276-abstract.pdf  
  2. S1-2018-366276-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-366276-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-366276-title.pdf