HUBUNGAN KEJADIAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 2-4 TAHUN DI PUSKESMAS WONOSAI 2 KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
QONITA ISTIQOMAH, Fitra Duhita, M.Keb, Abdul Wahab, MPH
2018 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVLatar Belakang : Stunting atau pendek merupakan salah satu masalah kesehatan gizi balita yang utama di Indonesia. Dampak stunting yang terjadi pada masa perkembangan dapat berdampak pada terhambatnya perkembangan di umur selanjutnya, penurunan kemampuan intelektual dan produktifitas, serta meningkatkan risiko terkena penyakit. Tujuan : Untuk mengatahui hubungan antara stunting dengan perkembangan balita pada usia 2-4 tahun di wilayah kerja Puskesmas Wonosari 2 Kabupaten Gunungkidul. Metode : penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan crossectional, populasi target adalah seluruh balita usia 2-4 tahun dengan jumlah sampel 65 anak yang diambil dengan consecutive sampling. Satus stunting diperoleh dari pengukuran umur dan tinggi badan yang diolah dengan WHO Anthro. Observasi perkembangan dilakukan dengan Denver II test. Analisis data yang digunakan adalah chi square Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan stunting dengan perkembangan balita usia 2-4 tahun dengan p value 0,04. Prevalensi rasio sebesar 2,6 pada 95% CI 1,421 s/d 4,096 Kesimpulan : Balita stunting kemungkinan mengalami perkembangan suspect 2,6 kali daripada balita tidak stunting.
Background: Stunting or short is one of the major health problems of children under five in Indonesia. The impact of stunting tat occurs during development can have an impact on the development of delayed in the next age, decline in intellectual ability and productivity, as well as increase the risk of developing the disease. Objective: This study aimed to determine the relation of stunting and developmental of children aged 2-4 years old in Puskesmas Wonosari 2 Gunungkidul. Methods: This research is an observasional with cross sectional design. The target population was children age 2-4 years old with 65 samples which are obtained by Consecutive sampling. Stunting status was processed by the WHO Anthro. Evelopmental observations using the Denver II test. The data analysis used Chi-square Result: There was a relation between stunting and developmental children aged 2-4 years old with p-value 0,04. The ratio prevalence is 2,6 at 95% CI 1,421 s/d 4,096. Conclusion: Children with stunting likely suffer suspect developmental had 2,6 times more child wit non stunting
Kata Kunci : Kata Kunci : Stunting, perkembangan, tugas perkembangan