PENGELOLAAN ISTANA SIAK SEBAGAI MUSEUM
CINDI SHANDOVAL, Dr. Daud Aris Tanudirjo, M.A
2018 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIIstana Siak dan koleksinya adalah warisan budaya Kasultanan Siak (1734 hingga 1946) yang amat berharga. Berada di tengah Kota Siak, warisan budaya ini telah dikelola menjadi salah satu tujuan wisata oleh pemerintah setempat. Saat ini baik bangunan maupun koleksi Istana Siak dalam kondisi yang kurang terawat. Mengingat potensinya, Istana Siak dan koleksinya akan lebih baik jika dikelola sebagai layaknya suatu museum. Penelitian ini ditujukan untuk mengumpulkan data untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi Istana Siak dan koleksinya serta tatacara pengelolaannya di saat ini. Data yang diperoleh akan digunakan sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu bagaimana mengembangkan Istana Siak menjadi museum. Hasil penelitian ini akan berupa rekomendasi tindakan yang perlu diambil jika Istana Siak dikembangkan dan dikelola sebagai museum. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara, dan kajian pustaka. Selain untuk mendapatkan berbagai informasi tentang Istana Siak dan koleksinya, kajian pustaka yang termasuk mempelajari sejumlah regulasi terkait museum dan warisan budaya di Indonesia, juga ditujukan untuk mendapatkan standar pengelolaan museum yang memadai di Indonesia. Setelah itu, analisis kesenjangan dilakukan. Hasilnya menjadi dasar menentukan rekomendasi tentang tindakan yang harus dilakukan agar Istana Siak dapat dikelola sebagai museum. Penelitian ini menunjukkan bahwa Istana Siak dan koleksinya sangat berpotensi untuk dikembangkan atau dikelola menjadi museum. Namun, sejumlah tindakan penting perlu dilakukan, di antaranya menetapkan visi dan misinya, menyempurnakan tatacara pengelolaan baik di bidang administrasi maupun koleksi, merestrukturisasi organisasi pengelola, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia, dan meluaskan kerjasama.
Siak Palace and its collections are invaluable heritage of the Kasultanan of Siak (1734 to 1946). Situated on the city centre of Siak, the property has been managed as one of tourism destination by the local government. However, nowadays the building and collections are not in good condition. Considering the potential of the property, the condition would be much better if it is managed as a museum. This research is aimed to gather data to provide a clearer picture on the existing condition of the property and its management. The information will be used as basic data to answer the problem on how to develop Siak Palace and its collection as a museum. The results of this research to be recommendation on the actions to be carried out to manage the Siak Palace as a museum. The data will be collected through observation, documentation, interview and library research. The libarary research is conducted in order look for various data and information about the Siak Palace collections. In addition, the library research, including some regulation on museum and heritage in Indonesia, is carried out to establish a basic standard for museum management as a parameter to measure the potential of Siak Palace. Then a gap analysis is conducted. The results of the analysis will used to give recommendation to the management of Siak Palace on how the Siak Palace should be managed according to the standard of museum mangament in Indonesia. The research shows that Siak Palace and its collection have a great potential to be managed as a museum. However, some important steps should be conducted including the establishment of their vision and missions, improvement of its administrative as well as collection managements, restructure the institutional organization, enhancement of the quality and quantity of human resources, and widen the networking with stakholders.
Kata Kunci : Kata Kunci: Istana Siak, koleksi, museum, pengelolaan, rekomendasi.