Laporkan Masalah

Analisis Daya Saing dan Permintaan Pariwisata Indonesia, 2000-2016 (Aplikasi Tourism Gravity Model)

DICKY DITA F, Ardyanto Fitrady, M.A., Ph.D.

2018 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang berpotensi strategis dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Penelitian ini menganalisis daya saing pariwisata Indonesia menggunakan The Tourism and Travel Competitive Index (TTCI) dan Reveal Comparative Advantage (RCA) serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan pariwisata Indonesia menggunakan regresi data panel dan Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) untuk periode 2000-2016 pada 33 negara yang memiliki kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan TTCI daya saing pariwisata Indonesia pada tahun 2017 berada pada urutan 42 dunia dan masih berada di bawah Malaysia, Thailand serta Singapura. Sejalan dengan hasil TTCI, skor rata-rata RCA pariwisata Indonesia juga masih lebih rendah dari Malaysia dan Thailand. Pariwisata Indonesia unggul dalam tiga pilar penilaian yaitu harga pariwisata yang murah, prioritas pariwisata sebagai program nasional dan dimensi kekayaan serta keindahan sumber daya alam. Sementara itu, kelemahan pariwisata Indonesia adalah dari rendahnya tingkat kelestarian lingkungan, kesehatan, infrastruktur dan teknologi informasi yang kurang memadai. Adapun faktor yang memengaruhi pariwisata Indonesia berdasarkan model gravity PPML diantaranya adalah Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah pengguna internet, nilai tukar mata uang asing, jumlah penduduk negara asal wisatawan dan adanya konektivitas penerbangan langsung serta adanya program promosi pariwisata Visit Indonesia berpengaruh positif terhadap permintaan pariwisata Indonesia. Selain itu, faktor jarak, harga relatif pariwisata dan krisis keuangan global berpengaruh negatif dan signifikan memengaruhi permintaan pariwisata Indonesia. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa adanya konektifitas penerbangan langsung mempunyai dampak positif yang paling besar terhadap permintaan pariwisata Indonesia. Sementara itu, pada penelitian ini pengaruh serangan terorisme tidak berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

The tourism sector is one of the most strategic sectors in the economic development of Indonesian. This study analyzes the competitiveness of Indonesian tourism using The Tourism and Travel Competitive Index (TCCI), Revealed Comparative Advantage (RCA) and analyzes the factors that influence Indonesian tourism demand using panel data regression and Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) estimators for the period 2000-2016 in 33 countries that have visits of foreign tourists to Indonesia. The results show that based on TCCI Indonesia's tourism competitiveness in 2017 is on the order of 42 and still under Malaysia, Thailand and Singapore. The prime dimensions of Indonesia tourism that is the dimension of price competitiveness, the priority of travel and tourism and natural resources. Meanwhile, the weakness of Indonesian tourism is from the dimensions of environmental stability, health and hygiene, tourist service infrastructure, and Information and Communication Technology (ICT) Readiness. The factors influencing the tourism of Indonesia based on gravity model of Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) are Gross Domestic Product (GDP), internet user number, foreign exchange rate, population of tourist country, direct flight connectivity and tourism promotion program 'Visit Indonesia' have a positive effect on Indonesian tourism demand. In addition, distance, relative prices of tourism and the global financial crisis negatively and significantly affect the demand for Indonesian tourism. The results of this study also show that the direct flight connectivity has the greatest positive impact on the demand for Indonesian tourism. Meanwhile, in this study the terrorism has no significant effect on the visits of foreign tourists to Indonesia.

Kata Kunci : Daya Saing Pariwisata, Permintaan Pariwisata, Gravity Model, Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML)

  1. S2-2018-402115-abstract.pdf  
  2. S2-2018-402115-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-402115-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-402115-title.pdf