THE RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND ADAPTATION AND ITS COMPARISONS BETWEEN INTERNATIONAL AND REGULAR PROGRAMME AMONG NEW MEDICAL STUDENTS CLASS OF 2017 UNIVERSITAS GADJAH MADA
RAVEN CAESAR F., Dr. dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ(K); Dr. Dra. Sumarni, M.Si., Psi.
2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada membuka Program Internasional pertamanya pada tahun 2002. Program ini menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan mahasiswanya berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Jerman, dan Belanda. Program ini berbeda dengan Program Reguler yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai media instruksi dan semua mahasiswa adalah orang Indonesia. Adaptasi terhadap lingkungan belajar kedokteran dari lingkungan sekolah menengah akan diperlukan bagi mahasiswa kedokteran baru dalam Program Internasional untuk dapat bertahan. Prevalensi kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa kedokteran adalah 67% dalam keterampilan klinis, 59% dalam pengetahuan, dan 29% dalam perilaku profesional dengan risiko yang lebih tinggi pada siswa yang mengalami kegagalan pada paruh pertama kuliah. Kecerdasan Emosional adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat adaptasi. Tingkat kecerdasan emosional berkorelasi positif dengan adaptasi akademik untuk pria dan wanita. Namun, setiap mahasiswa kedokteran memiliki tingkat kecerdasan emosional yang berbeda yang dapat mempengaruhi tingkat adaptasi mereka dan nantinya akan mempengaruhi kinerja akademik mereka. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara kecerdasan emosi dan adaptasi serta perbandingannya antara Program Internasional dan Reguler pada mahasiswa kedokteran baru angkatan 2017 Universitas Gadjah Mada. Subjek: Subjek penelitian adalah mahasiswa kedokteran baru angkatan 2017 Universitas Gadjah Mada dari Program Internasional dan Reguler Metodologi: Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional untuk menilai hubungan antara kecerdasan emosi dan adaptasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini akan dikumpulkan dari Bar-On Emotional Quotient Inventory: Youth Version dan Likert-scale Adaptation Questionnaire. Hasil: Dalam penelitian ini, ada hubungan yang signifikan secara statistik antara kecerdasan emosi dan adaptasi (p <0,05). Hubungan antara kecerdasan emosi dan adaptasi berbeda antara Program Internasional dan Reguler. Khususnya adaptasi akademik di Program Reguler dan hubungannya dengan kecerdasan emosi, hubungannya tidak signifikan (p> 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara kecerdasan emosi dan adaptasi pada mahasiswa kedokteran baru 2017 Universitas Gadjah Mada. Hubungannya adalah sama antara Program Internasional dan Reguler kecuali untuk adaptasi akademik.
Background: Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada opened its first International Programme in 2002. It uses English as the medium of instruction and the students are coming from different countries such as Malaysia, Germany, and the Netherlands. This is different from the Regular Programme where it uses Indonesian as the medium of instruction and all of the students are Indonesian. Adaptation to the medical learning from the high school environment would be necessary for the new medical students in the international programme in order to persist. The prevalence of difficulty encountered by the medical students is 67% in clinical skills, 59% in knowledge, and 29% in professional behavior with the higher risk in the students who had failure of the first half of the course. Emotional Intelligence is one of the factor affecting the level of adaptation. The degree of emotional intelligence is correlated positively with the academic adaptation for both males and females. However, each medical student has different degrees of emotional intelligence which could impact their adaptation level and later on will affect their academic performances. Objective: The purpose of this study was to understand the relationship between emotional intelligence and adaptation and its comparisons between International and Regular Programme among new medical students class of 2017 Universitas Gadjah Mada. Subjects: The subjects were the new medical students class of 2017 Universitas Gadjah Mada from both International and Regular Programme Method: This study used cross-sectional study to assess the association of emotional intelligence and adaptation. The data used in this study would be collected from the Bar-On Emotional Quotient Inventory: Youth Version and Likert-scale Adaptation Questionnaire. Results: In this research, there was statistically significant relationship between Emotional Intelligence and Adaptation (p<0,05). The relationship between Emotional Intelligence and adaptation was different between International and Regular Programme. In specific of academic adaptation in Regular Programme and its relationship with Emotional Intelligence, the relationship was insignificant (p>0,05). Conclusion: There was a relationship between Emotional Intelligence and adaptation among the new medical students class of 2017 Universitas Gadjah Mada. The relationship was the same between International and Regular Programme except for academic adaptation.
Kata Kunci : Emotional Intelligence, Adaptation, New Medical Students