Laporkan Masalah

Peran Kontrol Diri dan Desain Pekerjaan Terhadap Perilaku Cyberloafing

MUHAMMAD FADHLI, Dr. Sumaryono, M.Si, Psikolog

2018 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Beragam bentuk perilaku kerja kontraproduktif kerap terjadi dalam sebuah organisasi, salah satunya adalah perilaku cyberloafing yaitu aktivitas penggunaan fasilitas internet perusahaan untuk keperluan dan tujuan pribadi selama jam kerja (Lim, 2002). Penelitian ini menyoroti peran faktor internal yaitu kontrol diri dan peran faktor eksternal yaitu desain pekerjaan dalam upaya mengurangi perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data hasil survei menggunakan skala cyberloafing, skala kontrol diri dan skala desain pekerjaan dianalisis secara statistik menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS (Statistical Package Social Sciences). Penelitian ini melibatkan 163 orang karyawan PTPN IV yang berasal dari 13 bagian pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri dan desain pekerjaan secara bersama-sama memiliki peran terhadap perilaku cyberloafing dengan nilai R = 0,558; F = 36,127; p < 0,001. Secara parsial, kedua variabel bebas memiliki korelasi negatif dengan dengan perilaku cyberloafing. Koefisien B variabel kontrol diri adalah – 0,334 dengan sumbangan efektif 19,6%; sedangkan koefisien B variabel desain pekerjaan adalah –0,227 dengan bobot sumbangan efektif 11,5%. Total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas itu adalah 31,1%. Berdasarkan data hasil temuan penelitian maka dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima, dan diketahui bahwa kontrol diri memiliki kombinasi terbaik dalam model regresi yang diajukan, dengan kata lain, kontrol diri memiliki peran yang lebih baik dalam mengurangi perilaku cyberloafing.

Many forms of counterproductivity work behavior often occur within an organization. One form of counterproductivity behavior is cyberloafing. Cyberloafing is activities of using internet facility that provided by the company for personal aim and needed during working hours (Lim, 2002). This research identify the role of internal factors as self-control and the role of the external factor as job design in order to reduce cyberloafing behavior. This study used a quantitative approach of survey method. The result data of survey using cyberloafing scale, self-control scale, and job design scale were analyzed statistically using multiple regression analysis of SPSS (Statistical Package Social Sciences) software. This research involving 163 employees of PTPN IV from 13-departments.The result of this research showed that both of self-control and job design have the role to cyberloafing behavior (R-value = 0.558; F = 36.127; p< 0.001). Partially, both of independent variable have the negative correlation to cyberloafing behavior. The coefficient B variable of self-control is -0.334 with effective contribution of 19.6%, and the coefficient B variable of job design is -0.227 with effective contribution of 11.5%. A total effective contribution of two independent variables is 31.1%. Based on the result of research findings, it is stated that hypothesis of this research was accepted, and it is known that self-control has the best combination in the proposed regression model. Self-control has a stronger role in reducing cyberloafing behavior.

Kata Kunci : Cyberloafing, Kontrol diri, Desain pekerjaan

  1. S2-2018-388714-abstract.pdf  
  2. S2-2018-388714-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-388714-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-388714-title.pdf