Laporkan Masalah

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN SWAMEDIKASI OLEH MASYARAKAT YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA

RIZKI ANDINI PUTERI, B. M. Purwanto, M.B.A., Ph.D..

2018 | Tesis | S2 Manajemen

Swamedikasi adalah kegiatan pemilihan dan penggunaan obat yang dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi gejala dan penyakit yang ia derita melalui penggunaan obat golongan obat bebas dan bebas terbatas, tanpa memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Pengambilan keputusan untuk melakukan swamedikasi yang tepat dibutuhkan pengetahuan dasar mengenai obatobatan dan penyakit yang diderita. Resiko yang dapat terjadi sangat fatal jika tidak dilakukan dengan tepat,namun masyarakat telah secara luas melakukan swamedikasi. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian untuk melihat sejauh mana pemahaman masyarakat mengenai swamedikasi dan faktor apa yang menjadi dasar pertimbangannya. Penelitian ini dilakukan di daerah Yogyakarta dan sekitarnya dengan melakukan analisis kualitatif melalui pendekatan eskplorasi secara deskriptif. Tujuan penelitian yatu untuk mengetahui faktor-faktor dasar pengambilan keputusan swamedikasi oleh masyarakat. Metode pangambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada responden yang telah dipilih dengan metode penyampelan bertujuan melalui snowball sampling exponential nondiscriminative. Pemilihan responden ditentukan berdasar pada 5 perbedaan karakter antara lain jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, dan tempat tinggal. Hasil wawancara dianalisis dengan analisa isi secara induktif, kemudian akan dijabarkan melalui narasi deskriptif. Hasil wawancara mendalam terhadap 30 responden mengungkapkan bahwa terdapat 5 dasar keputusan yang paling banyak dan mempengaruhi responden, yaitu: rekomendasi, riwayat pengobatan, ketersediaan obat, harga obat, dan iklan. Tingkat pengetahuan responden menunjukkan bahwa responden tidak memenuhi pengetahuan dasar untuk melakukan swamedikasi secara rasional.

Self medication is the activity of selection and use of drugs conducted by a person to overcome the symptoms and illness that he suffered through the use of Over The Counter (OTC) drugs without checking to the doctor first. Decision making for proper self medication requires basic knowledge of medicines and diseases. Risks that can occur are fatal if not done properly, but the community has been widely swamed. Therefore, research needs to be done to see how far people's understanding of self medication and what factors are the basis of its consideration. This research was conducted in Yogyakarta and surrounding areas by conducting qualitative analysis through descriptive exploration approach. The objective of the research is to know the basic factors of self medication decision making by the community. The data collection method was conducted through indepth interviews to the selected respondents by the sampling method through a non-discriminative exponential snowball sampling. Selection of respondents was determined based on 5 character differences such as gender, age, education level, socioeconomic status, and residence. Interview results are analyzed by inductive content analysis, then will be elaborated through descriptive narrative. The results of in-depth interviews of 30 respondents revealed that there are 5 basic decisions that most and influence the respondents, namely: recommendations, medical history, availability of drugs, drug prices, and advertising. The respondents' knowledge level indicates that the respondents did not meet the basic knowledge to conduct rational swamedication.

Kata Kunci : swamedikasi; wawancara mendalam;pengambilan keputusan; pengobatan rasional; obat bebas; obat bebas terbatas/self medicaion; in-depth interview; decision making; rational treatment; Over The Counter drugs

  1. S2-2018-391847-abstract.pdf.pdf  
  2. S2-2018-391847-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2018-391847-tableofcontent.pdf.pdf  
  4. S2-2018-391847-title.pdf.pdf