Laporkan Masalah

PERENCANAAN AGREGAT PADA PABRIK PAKAN TERNAK PT XYZ

GINANJAR WIBOWO, Dr. Fahmi Radhi, MBA

2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Pakan ternak memiliki kontribusi 70% dari total biaya produksi peternakan (Liputan6, 2016), sehingga industri pakan ternak menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Sebuah perencanaan strategi produksi yang terbaik dapat meminimalisasi biaya produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan. Perencanaan agregat adalah proses perencanaan kuantitas dan pengaturan waktu keluaran selama periode waktu tertentu (biasanya antara tiga bulan sampai satu tahun) melalui penyesuaian variabel-variabel tingkat produksi, karyawan, persediaan dan variabel-variabel yang dapat dikendalikan lainnya (Heizer and Render, 2014). Tujuan dari perencanaan agregat menurut Tadei,1995 adalah meminimasi biaya persediaan, meminimasi biaya tenaga kerja dan proses produksi yang konstan. PT. XYZ adalah perusahaan pakan ternak yang sudah berdiri selama empat dekade membangun industri pakan ternak di Indonesia. Saat ini perusahaan memiliki tujuh buah pabrik yang memproduksi pakan di Pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Bisnis proses perusahaan saat ini adalah produksi berdasarkan pemesanan pelanggan oleh karena itu penulis ingin melakukan analisis perencanaan agregat dengan mengetahui berapa hasil estimasi demand forecast PT. XYZ selama periode perencanaan agregat Bulan Juni 2017 - Mei 2018 dan merumuskan stategi perencanaan agregat yang memberikan hasil total biaya produksi terkecil dengan membandingkan strategi Chase, startegi Level dan strategi Mixed. Kata kunci: biaya produksi, demand forecast, perencanaan agregat.

Animal Feed contributes 70% of the total cost of livestock production (Liputan6, 2016) therefore the animal feed industry is becoming a promising business in Indonesia. Good production strategy planning can minimize production cost and customer demand fulfillment. Aggregate planning is the process of planning quantity and timing of outputs over a period of time (usually between three months to a year) through adjustment of production, employee, inventory and other controllable variables (Heizer and Render, 2014). The goals of aggregate planning by Tadei, 1995 is to minimize inventory costs, minimize labor costs and constant production processes. PT. XYZ is poultry feed company that has been established four decades to build animal feed industry in Indonesia. The company have seven factories that produce feed in Java, Sumatra and Sulawesi. The company's current business process is produce feed based on customer ordering, therefore the writer want to use aggregate planning to estimation the result of demand forecast PT. XYZ during the aggregate planning for period of June 2017 - May 2018 and formulating aggregate planning strategy with resulting smallest total cost of production by comparing Chase's strategy, Level strategy and Mixed strategy. Keywords: production cost, demand forecast, aggregate planning.

Kata Kunci : Kata kunci: biaya produksi, demand forecast, perencanaan agregat.

  1. S2-2017-374696-abstract.pdf  
  2. S2-2017-374696-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-374696-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-374696-title.pdf