PERAN PEMUDA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI UPACARA ADAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN BUDAYA (Studi Pada Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo Pondok Wonolelo Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman)
MUHAMMAD NUR KHOLIS, Dr. Rr. Siti Murtiningsih S.S. M.Hum/Dr. Rr. Paramitha Dyah F, M.Hum
2018 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini bertujusn untuk mengetahui peran pemuda dalam pemberdayaan masyarakat melalui upacara adat Saparan Ki Ageng Wonolelo serta implikasinya terhadap ketahanan budaya yang berada di Pondok Widodomartani Ngemplak Sleman. Pondok Wonolelo merupakan sebutan bagi Padukuhan Pondok I dan Pondok II. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode diskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi, dan melakukan observasi secara pertisipatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proposif sampling, sehingga informan kunci dapat ditemukan dengan mudah. Penelitian menggunakan tiga tahap analisa data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data. Objek penelitian ini adalah pemuda dan tokoh masyarakat yang terlibat langsung dalam Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo. Hasil dari penelitian ini menunjukan peran pemuda dalam pemberdayaan masyarakat melalui sabuah acara di Pondok Wonolelo masih belum maksimal. Pemuda berperan sebagai pengkonsep acara, penyiapan lokasi acara, pengiklanan acara, serta pelaksanaan acara. Peran pemuda tersebut secara langsung berimplikasi terhadap budaya daerah yang ada di pondok Wonolelo dan sekitarnya. Budaya daerah yang terdapat dalam upacara adat Saparan Ki Ageng Wonolelo yaitu seni pertunjukan, seni kerajinan, dan masakan khas daerah.
This research aims to understand the role of youth in community empowerment through the traditional ceremony Saparan of Ki Ageng Wonolelo and its impications for cultural resilience in Pondok Wonolelo Bimomartani, Ngemplak Sleman. Pondok Wonolelo is the title for Padukuhan of Pondok I and Pondok II. This research is qualitative by using descriptive method. Data collection techniques were conducted through interviews, documentation studies, and participatory observation. Sampling taken by used purposive sampling technique, with that key informants can be found easily. The study used three stages of data analysis with data reduction, data presentation, and data retrieval. The object of this research is youth and community leaders who are directly involved in Saparan of Ki Ageng Wonolelo’s traditional ceremony. The result of this study show the role of youth in community empowerment through an event at pondok Wonolelo still not maximized. Youth acts as the concept of the event, the preparation of the location of the event, the event’s advertising, and the executor of the event. The role of these youths directly has implications for local culture at Pondok Wonolelo and around area. Cultural areas contained in traditional ceremony are performing arts, crafts arts, and regional specialties.
Kata Kunci : Peran Pemuda, Pemberdayaan, Ketahanan Budaya/Youth Role, Empowerment, Cultural Resilience