Tindakan Pelestarian Bangunan Pusaka di Kawasan Kampung Cina Bengkulu
IZAZAYA BINTA, Dr. Eng. Ir. Laretna T. Adishakti, M.Arch.
2018 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturBangunan pusaka di Kawasan Kampung Cina Bengkulu merupakan rumah toko yang telah berumur lebih dari 200 tahun. Kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan pelestarian dikarenakan peninggalan bentukan bangunan bergaya Cina yang menjadi karakter dan identitas kawasan. Fungsi bangunan rumah toko mengalami perubahan seiring dengan terjadinya bencana berulang yaitu bencana gempa bumi dan bencana kebakaran. Belum optimalnya upaya peningkatan kualitas kawasan, menyebabkan kawasan ini perlu arahan tindakan pelestarian pusaka yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan dan kehidupan masyarakat serta menjadi sebuah pusaka yang berkelanjutan. Penelitian di Kawasan Kampung Cina ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi nilai keunggulan pusaka (outstanding heritage value), dan (2) menemukan tindakan pelestarian bangunan pusaka. Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik. Teori-teori terkait dengan penelitian menjadi dasar untuk mendukung variabel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Batasan wilayah penelitian ini adalah Kawasan Kampung Cina dengan unit bangunan sebanyak 187 unit bangunan rumah toko yang kemudian dibagi menjadi 4 zona. Zona A berjumlah 48 unit, zona B berjumlah 47 unit, zona C berjumlah 60 unit dan zona D berjumlah 32 unit. Hasil penelitian ini yaitu: (1) terdapat 4 nilai keunggulan kawasan pusaka yaitu nilai sejarah yang merupakan peninggalan sejarah kawasan sebagai pusat perdagangan saat Inggris membentuk EIC sejak 1720. Nilai budaya karena kawasan memiliki ciri multi kultural yaitu budaya Cina dan Melayu. Nilai ekonomi berupa bangunan rumah toko sebagai wadah perekonomian masyarakat dan memiliki area pusat kerajinan emas dan perhiasan. Nilai keunggulan terkait arkeologi yaitu berupa bentukan fasad arsitektur rumah toko yang memiliki langgam asli Cina dan hasil akulturasi Melayu. (2) Tindakan intervensi terhadap bangunan pusaka prioritas yaitu terdapat 1 unit bangunan diarahkan pemeliharaan, 1 unit pemugaran, 6 unit direstorasi, dan 4 unit bangunan diarahkan untuk adaptive reuse. Bangunan pusaka yang bukan merupakan bangunan prioritas diarahkan untuk dilakukan olah desain. Tindakan pelestarian bangunan pusaka perlu dilakukan berdasarkan 3 tahapan berulang yaitu tahap persiapan, tahap implementasi dan tahap evaluasi agar menjadi sebuah tindakan pelestarian pusaka yang berkelanjutan. Kata kunci: fungsi, bangunan, pelestarian, pusaka, rumah toko
Heritage buildings in Bengkulu's Chinatown are shophouses, they are over 200 years old. This area is set as a conservation area because of the existence of heritages in the form of Chinese style buildings that have become the character and identity of this place. The function of these shophouses has changed due to regular earthquake and fire. The effort to improve the quality of this area that has not been optimal had caused it to require heritage conservation actions, thus it the actions are expected to improve the quality of the area and community life as well as to make it as a sustainable heritage site. The purposes of this research are: (1) to identify the heritage value, and (2) to find the conservation actions for heritage buildings. This research used rasionalistic paradigm. The theories related to this research become the basis to support the research variables. It used qualitative method. The territorial boundary of this research was Chinatown area with total of 187 shophouse buildings divided into 4 zones. Zone A consisted of 48 buildings, Zone B consisted of 47 buildings, Zone C consisted of 60 buildings and Zone D consisted of 32 buildings. The results of this research are: (1) there are 4 outstanding heritage values, namely: historical value in the form of a trade center region since the English formed EIC in 1720. Cultural value is due to the multi cultural characteristics of Chinese and Malay. Economic value is in the form of shophouse buildings as the means to accommodate the community's economy and as one of the centers of gold and jewelry handicrafts. Outstanding values related to archeology are in the form of shophouses facade which have Chinese style and also the result of Malay acculturation. (2) The interventions on priority heritage buildings are: maintenance for 1 building, restoration for 1 building, 6 restorated buildings, and 4 buildings for adaptive reuse. Heritage buildings that are not included as priority are directed to design management. Heritage buildings conservation action needs to be done based on 3 repetitive stages, namely: preparation stage, implementation stage and evaluation stage in order to become a sustainable heritage conservation actions. Keywords: function, building, conservation, heritage, shophouse
Kata Kunci : fungsi, bangunan, pelestarian, pusaka, rumah toko