PERAN NOTARIS DALAM PROSES PERALIHAN ASET DEBITOR PAILIT YANG DIJAMINKAN KE BANK
VENI DWI PUSPITADEWI, Prof. Dr. Tata Wijayanta, S.H., M.Hum
2018 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui dan menganalisis peran notaris dalam proses peralihan aset debitor pailit yang dijaminkan ke bank dan 2) mengetahui menganalisis kendala dan upaya yang dilakukan terhadap proses peralihan aset debitor pailit yang dijaminkan ke bank selanjutnya upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan data sekunder melalui penelitian kepustakaan dan data primer melalui penelitian lapangan. Cara pengumpulan data pada penelitian kepustakaan metode dokumentasi dan alat studi dokumen yang berasal dari bahan hukum primer dan sekunder. Cara penelitian lapangan dilakukan dengan menghimpun informasi dari lapangan dari data primer melalui wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Responden yang diwawancarai antara lain dengan Pegawai Bank, Notaris, dan Penaksir Nilai. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif Hasil Penelitian dan yaitu peran notaris sangat penting dalam proses AYDA dalam rangka menuangkan segala hal-hal yang menjadi keinginan para pihak walaupun tidak ada format maupun aturan yang secara teknis mengatur mengenai AYDA, notaris harus tetap memperhatikan aturan-aturan yang terkait dan mempertimbangkan hal-hal yang kemungkinan akan menjadi permasalahan dikemudian hari sehingga dapat diakomodir dalam akta-akta yang telah dibuat oleh notaris guna melindungi kepentingan para pihak sepanjang akta-akta tersebut tidak dibatalkan.Untuk kendala yang didapat yaitu kendala internal berasal dan bank itu sendiri diakibatkan karena belum adanya keputusan yang bersifat tegas dan jelas atas AYDA dan kendala eksternal yang terjadi pada AYDA adalah dari pihak ketiga, terutama pemilik dari tanah dan bangunan yang dijaminkan oleh debitur kepada bank.
This research aims to 1) acknowledge and analyze the role of notary public in transition process of collateral asset pledged to bank from bankrupt debtor and 2) identify the obstacles and efforts conducted in the process to overcome the problems. This study is a research of juridical empiric using secondary data through literature study and primary data from field research. Methods to collect data in literature and documentation study are from primary and secondary legal materials. Methods in field research are through gathering information from interview using guidelines. Respondents of interview are from Bank Staffs, Notary Public, and Appraisals. Data collected were analyzed qualitatively. The result of this study is that the role of notary public is crucial in AYDA process in putting every wishes between parties even though there are no format and technical instruction regulating AYDA. Notary public must pay attention the related regulations and considering the possible matters in the future accommodating in the deeds to secure the wishes between parties as long as the deeds are not canceled. The internal obstacle is from the banking system itself because strict and explicit decisions of AYDA are not existed, and the external one is from the third party especially from owners pledging the land and building to the bank.
Kata Kunci : Eksekusi Agunan Bank, Agunan Yang Diambilalih, Pailit, Notaris