Laporkan Masalah

PENENTUAN KAPASITAS BUS TRANS JOGJA SHELTER BANDARA ADISUTJIPTO MENUJU SHELTER MALIOBORO DENGAN TEKNIK MAXIMUM FLOW

Albert Kristian Dupa, Dr. Kuncoro Harto Widodo, STP, M.Eng.

2018 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini menganalisis moda transportasi Yogyakarta yaitu Trans Jogja dari shelter Bandara Adisutjipto menuju shelter Malioboro dengan menggunakan maximum flow. Shelter Bandara dipilih sebagai titik awal jaringan dalam penelitian, karena Bandara merupakan pintu masuk bagi para pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri terutama wisatawan yang ingin berkunjung ke Yogyakarta. Malioboro dipilih sebagai titik akhir karena tempat ini merupakan salah satu objek wisata paling populer dalam kota Yogyakarta. Data sampel yang digunakan merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan selama bulan November 2017. Sampel data diambil pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB dan pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB. Maximum flow digunakan sebagai alat analisis. Variabel yang dipakai dengan menggunakan jumlah armada bus Trans Jogja yang beroperasi selama jam tersebut. Penelitian dilaksanakan dan jumlah penumpang yang naik dan turun pada setiap shelter Trans Jogja yang dipilih peneliti yaitu sepanjang jalur 1A yang melintasi Bandara Adi Sutjipto menuju Jalan Malioboro. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah kapasitas armada bus Trans Jogja secara keseluruhan, sudah dapat mengangkut penumpang dengan cukup. Diharapkan analisis ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah Yogyakarta dalam menentukan kebijakan mengenai jumlah armada yang beroperasi.

This study aims to analyze the Trans Jogja operating from Adisutjipto Airport shelter to Malioboro shelter as one of transportation modes in Yogyakarta by using maximum flow technique. The selection of Airport shelter as starting point in this study refers to the fact that airport is the gate for either domestic or international tourists to get to Yogyakarta. Meanwhile, the selection of Malioboro shelter as the end point is based on the fact that Malioboro is one of most popular tourist destinations in the city. Data sample in this study were collected in November 2017. They were collected in specified time ranging from 07.00 WIB to 09.00 WIB and from 17.00WIB to 19.00 WIB. Maximum flow is the analysis technique applied in this study. Variable used in this study is the number of buses operating during the specific period of time. Study was conducted by taking notes on how many passengers get on and off the bus in specific shelters along route 1A from Adisutjipto Airport to Malioboro. The analysis results indicate that each Trans Jogja bus has had the capacity for carrying enough numbers of passengers. This analysis is expected to provide recommendation for the government of Yogyakarta in setting up policy related to the number of bus operating in the area.

Kata Kunci : Trans Jogja, maximum flow, moda transportasi masal / Trans Jogja, maximum flow, mass transportation mode

  1. S2-2018-375628-abstract.pdf  
  2. S2-2018-375628-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-375628-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-375628-title.pdf