Analisis Employee Engagement berdasarkan Generasi dan Gender
UTILITHIA B. H, Gugup Kismono, M.B.A, Ph.D.
2018 | Tesis | S2 ManajemenEmployee engagement merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan dan capaian organisasi. Untuk mencapai tujuan, organisasi menginginkan karyawan yang engaged karena mereka lebih bertanggung jawab, produktif, loyal, dan fokus terhadap pekerjaan. Karyawan memiliki peran yang sangat besar dalam kemajuan organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan motivasi dan engagement karyawannya. Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang employee engagement, perlu dilakukan identifikasi dan analisis mengenai perbedaan generasi dan gender dalam konteks engagement. Perbedaan individu dalam konteks engagement penting untuk dianalisis karena setiap individu memiliki tingkat engagement yang berbeda, yang dipengaruhi oleh karakteristik dan pengalaman hidup yang membentuk perspektif dan atribut pekerjaan. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif, yang bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat engagement berdasarkan generasi dan gender. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Pengukuran employee engagement dilakukan dengan menggunakan kuesioner Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17), yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Employee engagement diukur dari tiga dimensi, yaitu vigor, dedication, dan absorption. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat employee engagement yang signifikan berdasarkan generasi, yang generasi X itu memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi daripada generasi Y. Perbedaan engagement antara generasi X dan generasi Y yang signifikan terlihat pada dimensi vigor dan dedication, namun tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada dimensi absorption. Selain itu, hasil penelitian juga menemukan bahwa tingkat engagement pria lebih tinggi secara signifikan daripada wanita, terutama pada dimensi vigor dan absorption. Namun demikian, tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara pria dan wanita pada dimensi dedication.
Employee engagement is considered one of the factors that can determine an organization's success and achievement. To achieve organizational goals, an organization needs employees who are engaged because they have more responsibilities, productive, loyal, and focus toward work. Since employees have an important role in organizational development, organization needs to take measures to increase employees' motivation and engagement. To reach a deeper understanding about employee engagement, it is necessary to identify and analyze generational and gender differences in engagement. An analysis of individual differences in engagement is important because engagement depends on one's characteristics and life experiences that shaped perspective and attributes toward work. This research used descriptive analysis research design aimed to analyze differences in engagement based on generation and gender. This research used primary and secondary data. Employee engagement is measured by an Indonesian-translated version of Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17). Employee engagement is measured from three dimensions that consist of vigor, dedication, and absorption. Data analysis was completed using SPSS. Results showed that there is a significant generational difference in engagement, where generation X is more engaged than generation Y. Significant generational differences is found in vigor and dedication dimension, but there is no significant difference in absorption dimension. Results also showed that men are significantly more engaged than women, particularly on vigor and absorption dimension. However, no significant differences are found between men and women on dedication dimension.
Kata Kunci : employee engagement, vigor, dedication, absorption, generasi, gender