RENCANA BISNIS APOTEK PLUS DEGENERATIF
RIA DIAN EKAYANTI, Bayu Sutikno,SE.,Cand.Merc.,Ph.D.
2018 | Tesis | S2 ManajemenKota Bekasi merupakan bagian dari kawasan penyangga DKI yang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Berdasarkan data kependudukan dan ketenagakerjaan yang dikutip dari Kota Bekasi dalam Angka 2016 Kecamatan Bekasi Utara memiliki jumlah penduduk sebanyak 320.954 jiwa dan merupakan yang paling banyak dibandingkan dengan Kecamatan lain sehingga merupakan lahan yang baik bagi pertumbuhan bisnis tidak terkecuali apotek. Kementrian Kesehatan menghadapi tiga tantangan kesehatan sepanjang 2017 yaitu penyebaran penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM), dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali. Apotek Plus Degeneratif memiliki kekhasan yaitu memberikan layanan pemeriksaan untuk penderita penyakit degeneratif beserta monitoring dan konsultasi mendalam dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rencana bisnis dan mengkaji kelayakan bisnis untuk kanvas model bisnis Apotek Plus Degeneratif. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan penyebaran kuisioner Apotek Plus Degeneratif ini sangat dibutuhkan pasien untuk lebih peduli dengan kesehatan. Investasi awal yang dibutuhkan untuk membangun Apotek Plus Degeneratif ini sebesar Rp 648.094.000. Uji kelayakan investasi dilakukan dengan 3 parameter yaitu NPV, IRR, dan PP. Hasil yang didapat adalah proyeksi NPV sebesar 1.855.614.370,87 ; IRR sebesar 72,44% ; dan PP yaitu 3 tahun 5 bulan.
Bekasi City is part of the buffer zone of DKI which is designated as National Activity Center. Based on population and employment data quoted from Bekasi City in 2016 number Bekasi Utara District has a population of 320.954 people and is the most in comparison with other districts so it is a good land for business growth is no exception pharmacies. The Ministry of Health will face three health challenges throughout 2017 that are spreading infectious diseases, increasing non-communicable diseases, and diseases that should have been resolved. Apotek Plus Degeneratif has a specificity that provides examination services for patients with degenerative diseases and monitoring and in-depth consultation with patients. This study aims to create a business plan and examine the business feasibility for Canvas business model of Apotek Plus Degeneratif. The method used in this research is qualitative descriptive. Based on the results of in-depth interviews and spreading of the Apotek Plus Degeneratif questionnaire is needed for patients to be more concerned with health. The initial investment needed to build this Apotek Plus Degeneratif amounted to Rp 648.094.000. The investment feasibility test is done with 3 parameters, namely NPV, IRR, and PP. The results obtained are NPV projection of 1.855.614.370,87 ; IRR of 72.44% ; and PP is 3 years 5 months.
Kata Kunci : Bekasi, apotek, penyakit degeneratif, pelayanan apotek, rencana bisnis, apotek plus degeneratif